IKLAN

Sidang Babuk Uang BNI Makin Menarik, Mantan Direkrimsus Janji Aktifkan Timsus Yang Dipecat


Sidang dalam kasus pencurian barang bukti uang Nasabah Bank BNI senilai Rp2 Miliar

Sidang dalam kasus pencurian barang bukti uang Nasabah Bank BNI senilai Rp2 Miliar

MANADO – Sidang dalam kasus pencurian barang bukti uang Nasabah Bank BNI senilai Rp2 Miliar, dengan terdakwa mantan Kepala Tim Khusus (Katimsus) MM alias Maikel, kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Manado Senin (30/11).

Dalam sidang ini, menghadirkan dua orang saksi, yakni Anggota Polisi yang diberhentikan tidak dengan hormat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) yakni, Juhadi dan Jefri Mantong.

Terungkap dalam persidangan, kedua saksi pun mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP), yang menyatakan bahwa mantan Dirkrimsus Yudar Lululangi, menerima uang Rp1 miliar.

Dengan memberikan surat tembusan kepada Hakim. Namun surat tersebut ada kejanggalannya. Dimana Hakim menilai, bahwa kenapa surat pencabutan keterangan di bap saat sidang dengan terdakwanya Maikel. Atas penilaian dari Hakim, kedua saksi beralasan kalau mereka ingin membuka kasus ini secara terang-menderang.

“Kami sudah berjanji, kalau kami akan menceritakan yang sebenarnya. Bahwa yang memaksa kami untuk mencabut laporan adalah terdakwa Maikel. Karena pada saat itu Dirkrimsus tidak menerima uang Rp1 miliar, karena kami dijanjikan oleh Maikel kami akan diaktifkan kembali sebagai Polisi.

Sidang dalam kasus pencurian barang bukti uang Nasabah Bank BNI senilai Rp2 Miliar

Sidang dalam kasus pencurian barang bukti uang Nasabah Bank BNI senilai Rp2 Miliar

Nah yang menjadi kejanggalan juga bagi Hakim, kenapa kedua saksi harus mempercayai terdakwa Maikel, sedangkan terdakwa Maikel tidak ada kewenangan dalam hal itu. “Kenapa saudara berdua harus mempercayai terdakwa, padahal terdakwa hanya berpangkat perwira biasa bukan jendral,” tanya Lihawa.

Kemudian terungkaplah kenapa keterangan kedua saksi di BAP dicabut, atas pemeriksaan terdakwa. Dimana dalam keterangan Maikel, bahwa pencabutan keterangan si BAP atas perintah dari Dirkrimsus Yudar Lululangi. Dengan persyaratan, apabila keterangan dicabut maka saksi dan terdakwa akan diaktifkan kembali sebagai Polisi.

“Tawaran tersebut datang dari Dirkrimsus. Karena saya juga dijanjikan, akan diberikan uang Rp500 juta dan akan ditambah Rp400 juta,” ungkap Maikel.

Selain itu juga bahwa ada pembicaraan dari seluruh anggota Timsus pada saat itu, bahwa Polisi Wanita (Polwan) Iren jangan dilibatkan dalam kasua ini, karena dia seorang Polwan.

“Menurut pembicaraan kami, bahwa Irene tidak akan dilibatkan dalam kasus ini karena dia satu-satunya Polwan dalam kasus ini,” papar Maikel.(ekaputra)