IKLAN

Serobot Tanah Orang, JPU : Steven Liow Harus Dihukum


received_1180274005323847

Steven Liow saat mengikuti sidang beberapa waktu lalu. (Foto ist)

MANADO – Sidang perkara penyerobotan tanah milik korban Has Fransiscus akan dilanjutkan besok Kamis (11/2). Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hadi Prawoto akan menanggapi pembelaan (pledoi) terdakwa Steven Liow. Pasalnya, dalam pledoi yang diajukan Liow sebelumnya ia mengaku tidak bersalah dan meminta agar dibebaskan dari tuntutan penjara 5 bulan yang diajukan JPU. Jaksapun harus berikan tanggapan soal pledoinya tersebut.

Sekedar informasi. Dalam perkara ini Liow dijerat JPU dengan pasal 167 KUHP ayat (1), karena dinilai telah melakukan perbuatan memaksa masuk kedalam rumah, ruangan atau pekarangan tertutup yang dipakai orang lain tanpa persetujuan dari pemilik tahan yang sah. Perbuatannya itu bermula pada Kamis 13 September 2013 silam, bertempat di Kelurahan Tikala, Kecamatan Tikala. Kala itu Liow memerintahkan saksi Yosep Ondang, selaku tukang untuk melakukan pembersihan (membabat rumput) dan membuat patok-patok batas tanah dan membangun rumah di lokasi lahan milik Hans Fransiscus.

Padahal berdasarkan sertifikat hak milik (SHM) nomor 289/Tikala Baru tertanggal 8 Maret 1980 serta gambar situasi (GS) nomor 124/1980 seluas 21.916 M2 lahan itu adalah lahan milik Hans. Parahnya, ketika pemilik lahan yang sah menyuruh Yosep Ondang untuk menghentikan pembangunan serta mengosongkan lahan tersebut, Liow malah tidak mengindahkan. Sampai pada 28 Februari 2014, Hans yang adalah pemilik lahan kembali membuat somasi kedua secara tertulis. Tapi Steven tak kunjung menghentikan pembangunan di lahan itu.

Akhirnya, sampai batas waktu yang telah ditentukan yakni, 18 oktober 2014. Hans yang sudah kehabisan kesabaran, akhirnya melaporkan kasus itu ke pihak berwajib. Alhasil, perbuatan Liow tersebut membuatnya terancam mendekam di balik jeruji besi. (ekaputra)