IKLAN

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas Dikedalaman 17 Meter


2016-06-10 22.01.32

Jenazah korban saat berada di RSUP Kandow Manado. (Foto ist)

MANADO – Seorang pria berprofesi sebagai nalayan bernama Zeth Surati (38) warga Kelurahan Malalayang satu Kecamatan Malalayang ditemukan tewas pada kedalaman 17 meter pada jumat (10/06). Nelayan yang dikenal warga sebagai penyelam handal ini tewas akibat tersangkut dikarang setelah terlilit tali pancing bersama buruannya.

Dari informasi yang didapatkan, diketahui korban pergi melaut bersama temannya Gustap pada Kamis malam (09/06) untuk menangkap ikan. Sesampainya dititik tempat ia biasa berburu ikan, korban langsung menyelam dan berhasil menangkap beberapa ikan.

Tapi, korban turun lagi dan memanah ikannya yang berukuran besar. Karena ukuran yang tidak sesuai tersebut, korban diseret kedalam laut. Ikan yang melakukan perlawanan membawa korban di terumbu karang, hingga ia terlilit dan kehabisan oksigen.

Teman korban yang berada diatas perahu, tidak bisa berbuat apa-apa. Kerena keterbatasan tubuh yang tangannya cacat itu tidak berani menolong korban yang berada dikedalaman sekitar 17 meter dan berjarak sekitar 100 meter dari bibir pantai.

Yang bisa teman korban lakukan, keluar dari bibir pantai dan berjalan menuju jalan utama untuk mencari pertolongan, namun sayangnya, setiap kendaraan yang dicegatnya, tidak ada yang berani berhenti karena saat itu sudah mulai gelap. Meski demikian, Gustap terus bersabar menunggu hingga pagi harinya. Dan saat pagi tiba, keluarga dan kerabat korban langsung melakukan pencarian.

Alhasil, dua warga yakni Mikael dan Opin, berhasil menemukan keberadaan korban dan temannya. “Torang tau tutampa biasa korban jamangail, awalnya torang cari di Malalayang, karena korban tidak disana, sampe torang datang cari disini.”Ungkap mereka.

Beberapa saat kemudian, Mikael dan Opin, bersama dua warga desa setempat langsung mengevakuasi tubuh korban dan selanjutnya dibawa keruang Pemulasaran RSUP Kandou Manado. (ekaputra)