IKLAN

Senyum Si Penderita Difable Ini Bikin GSVL Terhenti Perjalanan Pulkam Bersih Kubur di Tondano


GS Vicky Lumentut saat menyapa Denny Rotinsulu, Si penderita difable saat hendak pulkam Tondano.  Foto kanan: Denny ketika menerima pemberian kursi roda baru dari GS Vicky Lumentut bulan September lalu

GS Vicky Lumentut saat menyapa Denny Rotinsulu, Si penderita difable saat hendak pulkam Tondano.
Foto kanan: Denny ketika menerima pemberian kursi roda baru dari GS Vicky Lumentut bulan September lalu

MANADO – Sebagian masyarakat Manado pasti mengenal Denny Rotinsulu, si penderita difable yang tinggal di Karombasan Selatan. Keseharian sebagai tulang punggung keluarganya berjuang dengan berprofesi sebagai seorang loper Koran.

Ada yang menarik ketika Denny hendak menyeberang jalan, Rabu (30/12) kemarin. Senyuman khasnya membuat sosok GS Vicky Lumentut (GSVL), mantan Wali Kota Manado periode 2010-2015 terhenti di tengah perjalanannnya menuju kampung halaman di Remboken, Tondano.

“Saya bersama keluarga hendak pulang kampung (pulkam) di Tondano membersihkan kubur keluarga kami,” kata GSVL, yang baru saja mengakhiri masa jabatannya sebagai Wali Kota 8 Desember.

Melihat Denny saat itu tidak menggunakan kursi rodannya, GSVL pun menghentikan mobil dan buru-buru turun lalu menemui si penderita difable itu. “Saya tahu dia sedang menikmati liburan Natal. Pikir saya dia tidak menggunakan kursi roda,” ujar GSVL.

Setelah saling sapa, Denny pun tersenyum sumringah. “Saya mendekat dia langsung tersenyum. Dia memberi isyarat, ternyata dia sedang menggunakan kursi roda warna merah,” kata suami tercinta Prof. Paula Runtuwene ini.

Denny tahu persis siapa yang menemuinya. Dia juga tahu persis siapa sosok GSVL. Kursi roda merah yang dimiliknya itu adalah kursi roda terbaru pemberian GSVL saat masih Wali Kota Manado pada medio September lalu.

Pemberian itu sangat berharga bagi Denny. Harapannya ketika itu segera menggantikan kursi roda yang sudah usang bertahun-tahun dipakainya berjualan Koran terkabulkan.

“Kita saling menyapa akrab, mengucap selamat Natal dan bercakap gembira,” cerita GSVL. Bagi saya, seorang Denny juga sama seperti kita, senang memanfaatkan waktu libur menjelang Tahun Baru untuk jalan-jalan,” ujar GSVL.

Dia pun salut kepada Denny. Sosok seperti Denny di Manado adalah insan yang meskipun penyandang difable harus ditempatkan dan kedudukkan kehidupannya sejajar dengan warga lainnya di muka bumi ini.

“Bahkan perlu sarana dan fasilitas khusus disediakan untuk mereka. Selamat menyambut Tahun baru 2016. Tuhan memberkati Denny dan keluarga,” ucap GSVL seraya pamitan kepada Denny melanjutkan perjalanan ke kampong halaman di Tondano. (antoreppy)