IKLAN

Sidang Kasus Korupsi Dana APBN Kota Tomohon

Sempat Tertunda, Epe Akan Divonis Besok


Sidang Kasus Korupsi Dana APBN Kota Tomohon

epe

Mantan Wali Kota Tomohon, Jefferson Rumajar saat menjalani sidang dugaan kasus korupsi di Pengadilan Negeri Manado beberapa waktu lalu. (foto dok)

MANADO – Pengadilan Negeri Manado melalui Hakim Aminal Umam SH memastikan akan memvonis Mantan Walikota Tomohon Jeferson Rumajar alias Epe, pada Jumat (08/1) besok. Hal tersebut turut dibenarkan Ketua Pengadilan Negeri Wayan Karya SH M.Hum saat di jumpai di kantornya pada Kamis (07/1). “Ya Epe akan putus besok” singkatnya, didampingi salah satu Hakim Anggota Darius Naftali. Sebelumnya, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pulung Rindandoro cs, Epe dituntut pidana penjara selama 10 tahun. Selain itu, Epe juga dibebankan denda sebesar Rp350 juta serta uang pengganti sebesar Rp30 miliar.

Pijakan hukum tuntutan itu, berdasarkan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undang-Undang RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo pasal 53 ayat (1) ke-1 jo pasal 65 ayat (1) KUHP.

Epe yang diduga menyalagunakan dana APBN Tahun Anggaran 2009-2010 di Kota Tomohon dalam sidang tersebut mengakui kesalahannya kemudian meminta majelis hakim agar dapat meringankan hukumannya.

Sidang pada Kamis (5/11/2015) yang lalu dipimpin majelis hakim diketuai Aminal Umam SH, MH. Epe juga sudah mengakui perbuatannya. “Saya mengakui bersalah, menyesali perbuatan. Saya memohon agar majelis hakim dapat memberikan keringanan hukuman” katanya pada sidang tersebut.

Dalam sidang itu Epe juga menyebutkan sejumlah nama yang ikut terlibat dalam kasus korupsi dana APBN dengan total miliyaran rupiah. “Untuk bayar proyek Rp 39.648.845.888, Eduard F Paat Rp 37.623.569.605, Frans Sambouw Rp 6.759.644.612, pihak lain, saksi Jemmy Eman, Saksi Jhon Mambu, saksi Piet Pungus, saksi Nita Wenur, JWT Lengkey dkk sejumlah Rp 12,257.549.050” tutur Epe.

perbuatan tersebut mengakibatkan kerugian negara/daerah mencapa Rp70.883.662.960. Dan dari uang sebesar itu, ada sekitar Rp34.063.051.078 yang mengalir ke kantong pribadi terdakwa dan Epe juga berharap pihak-pihak lain yang terlibat dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.(ekaputra)