IKLAN

Sekolah di Boltim Masih Ada Terapkan K13


BOLTIM – Meski Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), telah mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan penerapan Kurikulum 2013 (K13), namun sejumlah sekolah di Kabupaten Boltim, masih tetap menggunakan K13 dalam proses belajar mengajar. Salah satunya adalah SMP Negeri Tutuyan. Menurut kepala sekolah-nya, Darwis Mahmud, keputusan lanjutan penerapan K13 diambil setelah rapat bersama kepala sekolah se-Boltim, Dinas Pendidikan dan Sekretaris Daerah. “Kami tetap menggunakkan kurikulum 2013, karena sejak tahun lalu sudah jadi sekolah percontohan di Boltim. Apalagi pada 2017 semua harus sudah menggunakan kurikulum ini,” ujarnya, Jumat (9/1).

Dia mengatakan, secara teknis dan sumber daya, sekolahnya sudah siap melanjutkan kurikulum tersebut. Namun hingga kini belum menerima buku panduan untuk guru dan siswa pada semester genap ini. Dari segi pengaplikasian di kelas lanjutnya, lebih mudah menggunakan Kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Alasannya kurikulum ini sudah lama diterapkan. “Kendalanya kami hanya memiliki satu LCD, padahal penerapan kurikulum 2013, setiap kelas satu unit,” ungkapnya.

Dia mengaku, konsekuensi penerapan K13, yakni tak ada lagi ujian nasional. Sebab penilaian pada karakter siswa bukan pengetahunan. “Kurikulum 2013 lebih pada pertumbuhan karakter, kalau 2006 pada pengetahuan siswa. Maka karakter susah dinilai, kecuali oleh gurunya sendiri,” akunya.

Kepala Dinas Pendidikan, mengatakan beberapa sekolah tetap dipersilakan melanjutkan penerapan kurikulum 2013. Namun pada tahun ajaran baru, pihaknya akan menetapkan sekolah percontohan penerapan kurikulum tersebut. “Akan dibentuk tim dari Dinas Pendidikan dan BKD untuk menilai sekolah yang layak dan ditetapkan dalam peraturan bupati. Sisanya kembali ke kurikulum 2006,” kata Yusri.

Setiap kecamatan akan diwakili dua sekolah dasar, dan untuk SMP akan diwakili satu sekolah per kecamatan. Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masing-masing hanya diwakili satu untuk se Boltim. (mara)