IKLAN

“Saya Juga Tak Mau Terjerat Hukum, Mari Torang Awasi Bersama 213 M Bantuan Bencana”


Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut kepada masyarakat Singkil terkait pemanfaatan 213 Miliar bantuan dana bencana alam

Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut menjelaskan kepada masyarakat Singkil terkait pemanfaatan 213 Miliar bantuan dana bencana alam

MANADO – Suksesnya Wali Kota, GS Vicky Lumentut melobi pemerintah pusat terkait bantuan hibah dana bencana sebesar Rp213 miliar untuk warga korban banjir di Manado spontan mementahkan fitnah pasca bantuan itu belum ada.

Sempat berhembus kalau bantuan itu dikabarkan telah disunat Pemkot Manado. Kini perjuangan GSVL, sapaan Wali Kota dibuktikan dengan turunnya dana pemulihan pasca korban banjir dari Menkeu melalui PNPB tersebut.

Meski fitnahan itu sudah dibuktikan dengan perjuangan GSVL, namun segelintir isu kembali menerpa orang nomor satu di provinsi Sulut ini terkait pencalonannya kembali sebagai Wali Kota Incumbantu

Ada yang mempengaruhi masyarakatkan dengan menyebutkan dana bantuan bencana itu akan dipakai GSVL melakukan sosialisasi pencalonannya. Tudingan itu ditanggapi santai GSVL. “Kalaupun ada yang mengatakan begitu, itu tidak benar. Pemanfaatan bantuan ini akan dikelola transpran. Masyarakat tidak usah saling curiga,” pinta GSVL saat kegiatan Ron Manado, program Wali Kota setiap jumat yang direlay 10 stasion radio digelar di Lapangan Ternate Tanjung, jumat akhir pecan kemarin.

Warga puji perjuangan Wali Kota GS Vicky Lumentut di sela-sela program Ron Manado di Lapangan Ternate Tanjung terkait bantuan dana bencana alam

Warga puji perjuangan Wali Kota GS Vicky Lumentut di sela-sela program Ron Manado di Lapangan Ternate Tanjung terkait bantuan dana bencana alam

GSVL menjelaskan, rencana penyaluran dana bantuan bencana Rp213 Milyar itu, tetap akan memperhatikan aturan dan ketentuan yang berlaku dan disalurkan tepat sasaran.

“Siapa yang berhak menerima itu pasti akan memperoleh hak itu. Dana bantuan bencana yang ada di Pemkot Manado, itu sudah pasti dilakukan secara transparan. Tidak ada dana sepersenpun yang ditilep karena begitu banyak aparat terkait yang mengawasinya,” tegas GSVL.

Dari pihak pemerintah pusat terkait juga akan turun mengawasi langsung pemanfaatan dana bencana tersebut. Untuk itu pengelolaannya dilakukan transparan supaya saat pertanggung jawaban nanti juga transparan. GSVL sendiri minta pihak-pihak terkait supaya menghindari masalah hukum di kemudian hari.

“Saya juga tentunya tidak mau terjerat hukum nantinya, makanya itu harus disalurkan secara baik dan benar. Kalau memang warga korban bencana, itu pasti akan dibantu dan terdaftar dalam agenda yang ada. Begitu juga kalau bukan korban bencana, itu tidak akan diberikan bantuan, dan mari warga masyarakat untuk mengawasi penyaluran itu,” ucap GSVL. (antoreppy)