IKLAN

GALI POTENSI DIRI SEBAGAI ANUGERAH TUHAN

Sanggar Kolintang Syaloom Dendengan Dalam “Baku Beking Pande”


GALI POTENSI DIRI SEBAGAI ANUGERAH TUHAN

“BAKU BEKING PANDE” alunan tegas disuarakan Sanggar Kolintang Syaloom Dendengan Dalam Manado, pertama kali menunjukkan kreativitas 3 Desember 2012 dibawah pimpinan official Leorina A. A Pangemanan.

Sanggar Kolintang Syaloom Dendengan Dalam Manado saat menampilkan bakat bermain musiknya pada event Autism

Sanggar Kolintang Syaloom Dendengan Dalam, saat menampilkan bakat bermain musiknya pada event Drama Musical of Autism pertama di Manado, 8 April 2015 lalu. Disaksikan ratusan anak-anak berkemampuan khusus di Arya Duta Hotel, (foto:Kandi/ML)

Tentu, Kata Ibu Leorina anak-anak tergabung Sanggar Kolintang Syaloom saat ini beranggotakan 15 orang, umur 8 hingga 12 tahun.

Apa saja kemampuan yang dimiliki mereka, orang tua berperan? Jelas, walaupun gratis Leorina menambahkan syarat keanggotaan terlebih dahulu anak-anak memiliki minat dan bakat, harus sepenuhnya didukung orangtua.

Banyak menanyakan apa sebenarnya tujuan dan sasaran Sanggar Syaloom Dendengan Dalam? Kami tanamkan yaitu budaya adalah milik bersama.

“Torang harus punya tanggungjawab menjaga kelestariannya,”curhat Leorina kepada Manadoline, diketahui sangat dekat dengan anak-anak Sanggar tersebut.

Dibawah pengelola orang-orang hebat Leorina.A.A.Pangemanan, Piet Pusung, Jane Ramba, Sanggar ini lebih memilih tampil pada setiap acara atau event sesuai undangan. Sebelumnya sudah beberapa kali ikut perlombaan dan mendapat prestasi memuaskan.

“Awalnya ikut perlombaan tapi kalau hanya sampai di perlombaan kemampuan anak-anak hanya sampai disitu saja, jadi kami buat Sanggar dengan latihan rutin setiap Selasa pukul 15.00 hingga 17.00 Wita,”jelas Leorina.

Butuh bantuan Pemerintah? Sanggar Syaloom Dendengan Dalam bertahan dengan pembiayaan pribadi…

Leorina mengaku, selama ini sejak sanggar berdiri hingga 2016 pada setiap event menggunakan dana sendiri lewat bantuan masing-masing orang tua.

“Beruntung, kami diberikan bayaran pada setiap pentas yang diundang. Cukup berbangga juga karena Sanggar Kolintang Syalom Dendengan Dalam satu-satunya Sanggar di Manado,”curhatnya.

Pencinta Musik Kolintang, menggali potensi diri sebagai anugerah Tuhan… 

Tarian dan musik daerah kolintang dapat dinikmati lebih intens lewat berbagai event, agar memacu masyarakat untuk mencintai musik daerahnya ketimbang yang lain.

Diharapkan tumbuh kembang anak Sanggar dapat lebih terarah kepada komunitas pecinta budaya lokal dengan muatan positif lainnya seperti lebih percaya diri, menggali potensi diri sebagai anugerah Tuhan, punya wawasan. Salam wadah sanggar selalu menanamkan nilai-nilai sebagai anak Tuhan,”tutup Leorina. (srikandipangemanan)