IKLAN

Rp213 M Bantuan Bencana Masuk Rekening BPDB, GSVL: Waspada Pencatutan Nama!


Wali Kota GS Vicky Lumentut melakukan sosialisasi pemanfaatan dan penyaluran dana bantuan bencana Rp2013 miliar di kelurahan Ranotana Weru

Wali Kota GS Vicky Lumentut melakukan sosialisasi pemanfaatan dan penyaluran dana bantuan bencana Rp2013 miliar di kelurahan Ranotana Weru

MANADO – Bantuan bencana 15 Januarin 2014 silam hasil perjuangan lobi Wali Kota GS Vicky Lumentut kini telah masuk ke rekening Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado.

Sekadar diketahui. Bantuan bencana dari Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp213 M. Bantuan ini akan disalurkan dari rekening BPBD kepada sejumlah rekening kelompok yang akan membangun rumah relokasi maupun rumah warga setempat yang benar-benar mengalami kerusakan berat sedang atau ringan.

Demikian penjelasan GSVL, sapaan Wali Kota kepada warga Ranotana Weru, Selasa (1/11). Sebelumnya, Wali Kota juga sudah memberikan penjelasan yang sama di

Wali Kota GS Vicky Lumentut meminta warga jangan percaya jika ada orang yang mengaku-ngaku bisa memasukan nama untuk menerima bantuan bencana

Wali Kota GS Vicky Lumentut meminta warga jangan percaya jika ada orang yang mengaku-ngaku bisa memasukan nama untuk menerima bantuan bencana

beberapa lokasi yang terkena dampak banjir bandang 15 Januari silam.

“Jadi proses penyaluran bantuan dana korban bencana, itu merupakan tanggung-jawab dan kewenangan pihak BPBD Kota Manado dan kelompok yang telah disepakati pemerintah pusat,” kata GSVL.

Soal siapa-siapa warga yang berhak menerima dana bantuan itu, menurut GSVL, data-datanya telah dikantongi BNPB Pusat).

“Jadi tidak benar kalau ada orang yang datang mengaku-mengaku, boleh memasukkan nama warga untuk menerima dana bantuan bencana itu hanya karena nuansa politik pilkada,” ujar GSVL mengingatkan.

Dia pun mengajak warga Kota Manado untuk tidak mudah dibodohi. Jangan terprovokasi. “Kita harus bisa ciptakan keamanan dan kedamaian di tahun politik ini. Pilihan boleh berbeda tanggal 9 Desember, tapi keutuhan dan kerukunan di antara kita harus terus dijaga serta dipertahankan,” pinta GSVL. (antoreppy)