IKLAN

Ribuan Pohon Mati, Petani Cengkih Kembali Mengadu ke Deprov


Petani Cengkih saat menyampaikan aspirasi ke Komisi dua, Kamis (22/10)

Petani Cengkih saat menyampaikan aspirasi ke Komisi dua, Kamis (22/10)

MANADO-Untuk kesekian kalinya petani asal Minahasa datangi DPRD Sulut menyampaikan aspirasi. Pasalnya selain harga Cengkih belum stabil, para petani juga menuntut bantuan bibit Cengkih.

Karena sampai Kamis (22/10) sudah ribuan  pohon Cengkih yang mati akibat kemarau selama 6 bulan. Saat menyampaikan aspirasi, para petani yang dikoordinasikan langsung Max Karaseran diterima oleh Komisi 2 yang dipimpin langsung oleh Marthen Manoppo.

Karaseran mengakui meskipun sudah berkali-kali menyampaikan aspirasi ke gedung rakyat yang ada di bilangan Sario. Namun belum ada tindakan kongkrit dari pemerintah maupun dewan.

“Jika tidak ada tindakan kongkrit dari pemerintah. Maka rakyat Minahasa yang hampir keseluruhannya berprofesi sebagai petani akang dilanda kelaparan,” papar Karaseran.

Untuk itulah dihadapan komisi 2,  asosiasi petani cengkih ini menuntut pemerintah agar melakukan rehabilitasi. Karena selain mati akibat kemarau, banyak Cengkih juga mati akibat kebakaran.

“Kami menutut dilakukan rehabilitasi dengan memberikan bantuan bibit cengkih sebanyak 1 juta pohon,” aku Boy Tangkou.

Mendengar aspirasi dari Asosiasi petani cengkih, akhirnya tiga perwakilan dapat mengikuti jalannya pembahasan APBD 2016 antara Banggar dan TAPD Pemprov.

Dan dari pembahasan tersebut, disepakati untuk tahun 2016 petani cengkih mendapat bantuan bibit sebanyak 200 ribu  pohon meskipun tuntutan mereka 1 juta pohon.

Wakil Ketua Dewan, Wenny Lumentut memberikan terimah kasih kepada pemerintah yang langsung memberikan bantuan bibit sebanyak 200 ribu pohon.

” Ini bantuan dilakukan secara bertahap. Jadi petani cengkih diminta bersabar,” jelas Lumentut. (mom)

 

Manado Fiesta 2017