IKLAN

Rencana Relokasi Warga Kampung Bobo, Ini Permintaan Wali Kota GSVL kepada Hanny Walla…


Wali Kota Manado Vicky Lumentut (baju putih) bersama Kapolda Sulut, Jimmy Palmer Sinaga saat rapat mediasi sengketa lahan Kampung Bobo di Mapolda Sulut.

Wali Kota Manado Vicky Lumentut (baju putih) bersama Kapolda Sulut, Jimmy Palmer Sinaga saat rapat mediasi sengketa lahan Kampung Bobo di Mapolda Sulut.

MANADO — Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut mengaku cukup prihatin dengan persoalan sengketa tanah Kampung Bobo, Kelurahan Maasing dan Bitung Karang Ria Kecamcatan Tuminting hingga ratusan masyarakat yang sudah mendiami lahan disitu harus direlokasi.

Hal ini diungkapkan GSVL, sapaan akrab Wali Kota kepada wartawan usai pertemuan di Polda Sulut. Sekadar diketahui, kisruh sengketa tanah Kampung Bobo ini sudah berlangsung sejak 2004. Ini membuat Kapolda Sulut Brigjen Jimmy Palmer Sinaga harus turun tangan menyusul antara Hanny Walla dan warga Kampung Bobo sama-sama mengklaim punya sertifikat.

Rabu (12/3), Selain GSVL, Kapolda juga mengundang beberapa anggota DPRD Manado, pihak BPN dan aparat kecamatan dan kelurahan duduk bersama mencari solusi agar ada titiktemu dan tidak ada pihak merasa diuntungkan atau dirugikan.

GSVL sendiri mengaku tidak mencampuri persoalan itu karena sudah melebar ke persoalan hukum. “Saya sampaikan dalam pertemuan itu, Negara kita Negara hukum jadi aturan harus ditegakan,’’ katanya. Hanya saja,

Hanya saja selaku kepala daerah, GSVL sendiri harus melihat sisi kemanusiaan terhadap warganya. “Mereka itu juga kan warga kota Manado jadi saya minta ke Pak Hanny Wall, lihat juga sisi kemanusiaannya. Kita tidak hanya bicara dari aspek hukumnya tapi juga aspek kemanusiaan. Setidaknya harus ada jaminan kepada warga,’’ ujarnya.

GSVL meminta perhatian Hanny Walla. Dan Walla sendiri menurut orang nomor satu di Kota Manado ini akan memberikan kompensasi tanah untuk lahan relokasi warga Kampung Bobo. “Saya minta itu harus diperhatikan saudara Hanny Walla,’’ pungkas GSVL. (anto reppy)