IKLAN

Rencana Pembangunan Ruang Belajar Tiga Lantai, Terbentur Permendiknas


Drs. Iwan Iksan, MAP

Drs. Iwan Iksan, MAP

BITUNG-Rencana pembangunan penambahan ruang belajar lantai tiga di SMP Muhammadiyah Bitung, terpaksa tidak jadi dilaksanakan karena terbentur dengan Permendiknas dimana salah satu syarat bangunan sekolah lantai tiga harus memiliki eskalator. Hal ini disampaikan oleh kepala SMP Muhammadiyah Bitung Drs. Iwan Iksan, MAP, kepada manadoline.com, Rabu (13/5).

 

“Jumlah siswa kami ada 478 murid, sedangkan ruang belajar hanya 11. Berhubung halaman sekolah kecil maka rencananya akan dibangun tiga lantai, tetapi beberapa waktu lalu kami mendapat informasi bahwa Permendiknas yang akan keluar nanti, salah satu syarat sekolah tiga lantai harus memiliki eskalator, terpaksa kami akan pindahkan Mesjid sekolah dilantai dua, ruang belajar di lantai satu,” jelas Iwan.

 

Ia menambahkan, pembatasan penerimaan murid baru adalah langkah yang harus ditempuh sambil menunggu penambahan ruang belajar yang baru. Langkah kebijakan ini diambil demi efektifitas proses belajar mengajar di kelas karena terlalu banyak murid dalam ruang belajar, tidak efektif. Infak (uang sekolah-red) untuk kelas 7 Rp.35.000,-, kelas 8 Rp. 25.000,- dan kelas 9 Rp. 15.000,-.

 

“SMP Muhammadiyah menargetkan siswanya bisa tembus dalm lomba olimpiade, minimal tingkat Provinsi sebagai langkah awal. Untuk itu kwalitas belajar siswa menjadi prioritas kami, disamping menjaga kepercayaan orang tua terhadap pihak sekolah berkaitan dengan kwalitas anak didik. Disisi lain, jumlah tenaga pendidik hanya 24 guru, 11 PNS dan 13 guru tetap yayasan serta guru tidak tetap,” ungkapnya. (jones)

 

Manado Fiesta 2017