IKLAN

Razia Kumpul Kebo, Buruh GKIC dari Jawa Diamankan Dalam Kos-Kosan di Mapanget


Ilustrasi: Razia Kumpul Kebo.

Ilustrasi: Razia Kumpul Kebo.

MANADO – Menciptakan rasa aman dan nyaman terus digalakkan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado hingga jajaran tingkat Kelurahan. Hal tersebut buktikan dengan digelarkan Inspeksi Mendadak (Sidak) Prokamling yang di lakukan pihak Kelurahan Paniki Bawah Kecamatan Mapanget.
Sidak yang dilakukan belum lama ini, pihak Kelurahan berhasil mengamankan ratusan pekerja yang memiliki ijin domisi yang menjadi keharusan bagi pekerja yang berasal dari luar daerah Kota Manado.
“Saat sidak digelar, pihak kami mengamankan sejumlah tenaga buruh bangunan yang berasal dari Jawa. Mereka merupakan tenaga kerja bangunan di Perumahan Taman Sari dan Grand Kawanua Internasioan City (GKIC),” ujar Trinje Amik, Lurah Paniki Bawah.
Oleh pemerintah, mereka yang diamankan dalam sidak ini, diwajibkan untuk mengurus ijin Domisili. Warga lainnya yang tidak memiliki identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
“Sangat disayangkan. Pihak pengelolah perumahan tidak melaporkan kepada Pemkot terkait penggunaan tenaga kerja dari Jawa. Kami akan memanggil pihak pengembang untuk mempertanyakan hal ini, karena dengan menggunakan tenaga kerja dari luar daerah wajib melaporkan kepada kami,” terang Amik.
Pihak kelurahan Paniki Bawah juga menggelar sidak dan pendataan warga di tempat-tempat kost, termasuk warung-warung jadi sasaran sidak terkait dengan peredaran minuman keras (Miras), kumpul kebo dan permaikan judi.
“Pihak kami melakukan pendataan terhadap yang pekerja, memeriksa tempat-tempa kost termasuk merazia warung-warung yang menjual miras,” terangnya. Selain Camat Mapanget Rivobudiarto Koloaij, razia ini juga diikuti oleh Babinsa, Kepolisian Sektor Mapanget, TNI AD, satgas prokamling dan Pala. (redaksi)