IKLAN

Rapat Pembahasan Warga Ilegal Asal Filipina, Banjir Interupsi


Suasana Rapat Pembahasan warga Ilegal Asal Filipina di Ruang sidang Kantor DPRD Bitung

Suasana Rapat Pembahasan warga Ilegal Asal Filipina di Ruang sidang Kantor DPRD Bitung

BITUNG-Rapt bersama membahas masalah warga ilegal yang berasal dari Filipina yang tersebar di Kota Bitung, dikenal dengan sebutan ‘Sangir-Pilipina’ (Sapi) dan ‘Pilipina-Sangir’ (Pisang), bertempat diruang sidang kantor DPRD Bitung, Kamis (23/4), dibanjiri dengan interupsi. Pasalnya, data warga ilegal asal Filipina terdapat perbedaan yang sangat menyolok antara pihak Imigrasi, Kesbangpol, Disnakertrans, Discapilduk, Dinas Kelautan dan Perikanan dan Polres Bitung.

 

Data Kantor Imigrasi Kota Bitung, Warga Negara Asing (WNA) yang legal di Kota Bitung berjumlah 286 orang, sedangkan untuk warga ilegal asal Fipilina sama dengan data dari Kesbangpol yakni 717 orang. Sedangkan Disnaker Kota Bitung tenaga kerja asing yang mengurus INTA hanya 56 orang, padahal menurut Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bitung tenaga kerja asing yang bekerja di bidang perikanan berjumlah 11.682 orang. Dari data Kepolisian Bitung, ada 743 warga ilegal asal Filipina, dan telah dipulangkan ke negara asal mereka sebanyak 250 orang, sisanya 493 orang. Data ini juga berbeda dengan data yang ada di Kelurahan/Kecamatan.

 

Mendengar laporan dari instansi terkait, Anggota DPRD Kota Bitung Boy Superman Gumolung langsung interupsi. “Ini data ‘abal-abal’ yang disampaikan. Kenapa terdapat perbedaan yang sangat menyolok ? Data yang ada saat ini tidak bisa dijadikan dasar untuk melanjutkan pembahasan masalah warga ilegal asal Filipina, pihak Imigrasi harus menyiapka data yang akurat,” tegas Gumolung.

 

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Komisi A Dekot Bitung Victor Tatanude, SH,. “Data ini tidak sesuai dengan fakta yang ada dilapangan, banyak warga ilegal asal Filipina tersebar di Kota Bitung. Ditempat saya saja, ada banyak orang asing yang tidak jelas asal uslnya,” kata Tatanude. (jones)