IKLAN

Rampok Kembali Beraksi Disiang Bolong, Uang 480 jutapun Lenyap


received_991507094268572

Mobil korban yang dibobol rampok.(foto ist)

MANADO — Tomi Andre Kolowai (60) warga Desa Tumaluntung kecamatan Kauditan ini harua kehilangan uang senilai Rp. 480 juta yang disimpan didalam mobilnya pada kamis (18/2). Kejadian yang terjadi di Diler Honda Martadinata sontak menghebohkan warga yang juga sempat melihat pelaku. Korban yang diwawancari mengaku awalnya ia bersama istrinya sekitar pukul 13.00 Wita mendatangi kantor Cabang Bank Mandiri yang berada di kawasan Taman Kesatuan Bangsa (TKB) untuk menarik uang dari tabungan mereka yang berjumlah Rp1 Miliar.
Setelah uang itu dicairkan, mereka berdua pergi ke Diler Honda Martadinata hendak membayar mobil Honda CRV yang sudah mereka pesan pada bulan yang lalu. Namun, ketika Toyota Avansa Velos dengan nomor polisi DB 1063 DF diparkir di halaman parkir diler tersebut, Ia bersama istrinya Else Lumempo (55) turun dari mobil dan hanya membawa uang Rp500 juta kemudian masuk ke dalam diler untuk membayar mobil baru. Sementara, sisanya Rp500 juta lagu ditinggalkan pada mobil yang ditaruh di tempat duduk kedua.

Selang 15 menit kemudian saat pensiuan polri ini bersama istrinya masuk ke dalam diler, rampok yang diduga sudah membuntuti langsung melakukan aksinya dengan cara membobol pintu depan bagian kanan menggunakan alat yang sudah disiapkan sebelumnya pencuri tersebut. Seorang Saksi Rafly (18) warga sekitar menuturkan, awalnya ia tidak mencurigai gerak gerik pelaku yang berjumlah dua orang tersebut. iapun tidak memperdulikannya dan baru sadar ketika para rampok tersebut dilihatnya melompat pagar depan diler itu, lalu kabur dengan menggunakan sepeda motor. “Saya hanya melihatnya dari jauh, tidak mengetahui maksud kedua pelaku itu berada di depan pagar diler. Aksi mereka terlalu cepat, ketika satu orang yang melemparkan tas ke arah temanya yang sudah bersiap di atas sepeda motor. Baru saya sadar bahwa kedua pelaku itu adalah pencuri. Sontak saya berteriak pencuri, tapi mereka sudah keburu pergi ke arah pall 2,” ungkapnya.

received_991507084268573

Tempat kejadian perkara di Diler Honda Martadinata Paal Dua. (Foto ist)

Korban juga mengungkapkan sama sekali tidak menyangka kejadian pencurian ini terjadi, apalagi uang yang dibawa lari pencuri itu berjumlah sangat besar yang merupakan hasil dari tabungannya bersama istri sejak lama. Rencananya uang tersebut akan ia pakai untuk membeli tanah dikampung, yang sudah siap untuk dibayarkan.

Ia menyesalkan system keamanan di diler tersebut, harusnya konsumen yang datang kesini itu, dapat dilindungi keamananya. Menurutnya sekuruti yang melalukan penjagaan di halaman parkir lalai dalam mengawasi gerak-gerak setiap orang datang mendekati areal diler. “Saat kejadian saya bersama istri, sedang berada di dalam ruangan kasir. Nanti salah satu karyawan berteriak bahwa di depan terjadi perampokan di salah satu mobil. Sontak saya langsung keluar untuk melihat, ternyata mobil saya yang dirampok. Hanya tersisa senilai Rp 12 juta, itupun yang jatuhkan para pelaku, sementara lainya dibawa kabur,” terangnya.

Kapolsek Tikala Iptu Johanes Pagayang yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan tidak menyangka, semenjak ia menjabat diwilayah Tikala baru kali ini terjadi perampokan seperti ini, juga dengan jumlah uang yang sangat besar. Pihaknyamencurigai para pelaku sudah membuntuti korban dari awal, pasalnya bagaimana para pelaku itu, mengetahui bahwa di dalam mobil tersebut terdapat uang sebanyak itu.“Secepatnya akan kita selidiki kasus perampokan ini, keterangan dari saksi-saksi akan kita kumpulkan untuk mendukung informasi untuk mengejar para pelaku. Menurut saksi pelaku berjumlah dua orang menggunakan sepeda motor. Kemudian diperkiran berumur 20-an,” kata Pagayang. (ekaputra)