IKLAN

Ramdhani Sebut Rektor Unsrat Lupa Diri


Benny Ramdhani anggota DPD RI

Benny Ramdhani anggota DPD RI

MANADO- Benny Ramdhani anggota DPD RI menyorot kinerja Rektor Universitas Sam Ratulangi Ellen Kumaat.

Terkait mahalnya biaya sekolah dan kasus ratusan dokter yang belum mendapatkan ijasah. Padahal mereka sudah menyampaikan aspirasi ini di DPRD Sulut.

Menurut Rhamdani, jika Kumaat tidak bisa memperjuangkannya dan tidak mau mendegar kritikan-kritikan yang disampaikan mahasiswa maka Kumaat lupa akan dirinya.

” Kumaat itu lahir dijaman reformasi Unsrat. Maka seharusnya Kumaat harus  pro akan mahasiswa, kebijakan-kebijakannya harus pro mahasiswa, karena dia lahir dari mahasiswa,” kata Ramdahi.

Kepada wartawan mantan anggota DPRD Sulut tiga periode ini mengatakan, Rektor Unsrat harus sadar dimana lahir dari jaman reformasi. Bagaimana  perjuangan mahasiswa Unsrat waktu itu sangat tegas menolak kebijakan-kebijakan rektor Unsrat Donal Rumkoy dan mengangkat Kumaat sebagai Rektor.

“Kumaat lahir dari produk reformasi sebab itu sangat naif jika memimpin Unsrat saat ini dengan mengembalikan suasana Unsrat ke masa Donald Rumkoy. Itu artinya Kumaat menyiapkan kuburan pada dirinya sendiri dan pastinya akan diturunkan mahasiswa Unsrat di tengah jalan seperti nasib Rumoky,” tambah Ramdhani dengan nada tinggi.

Dengan alasan inilah, Ramdhani meminta agar Kumaat harus melakukan introspeksi diri terkait kebijakan-kebijakan yang tidak pro mahasiswa dan berani membuka diri terhadap kritikan mahasiswa.

Dimana kebijakannya harus butuh perubahan jangan kembali ke jaman dahulu. “Jika Kumaat tidak mendengarkan rekomendasi DPRD maka Kumaat menjadi diktator lagi serta lupa akan diri dimana dia dahulu berasal,” imbuh Ramdhani. (mom)

 

Manado Fiesta 2017