IKLAN

Puluhan Nasabah Serbu Kantor Star Up Minta Penjelasan Pencairan Dana, Ketua Star Up : Ini Mirip Investasi Bodong


received_1041907772561837

Ketua KSU Star Up Herman Wenas saat memberikan penjelasan soal pencairan dana. (Foto eka/ml)

MANADO – Puluhan nasabah Koperasi Serba Usaha (KSU) Star Up mendatangi kantor investasi tersebut meminta kejelasan tentang pencairan uang mereka, Ketua KSU Star Up Herman Wenas yang menemui langsung puluhan nasabahnya mengatakan mohon kesabaran dari semua agar usaha ini dapat berjalan dengan lancar, karena jika membawah emosi dalam hal ini maka resikonya semua akan kehilangan dana pada selasa (03/05).

Dengan penuh kerendahan hati ijinkan kami bekerja, kepentingan semua akan dipenuhi tapi secara bertahap. “Kami mohon tolong bersabar ijinkan kami bekerja, nanti kalau sudah ada jadwal pencairan akan langsung dihubungi,” katanya.

Herman juga mengatakan Koperasi Serba Usaha Star Up ini mirip Investasi Bodong. dikatakan mirip investasi bodong karena kalau bodong 100 persen dana diputar untuk investasi. Tetapi ini menggunakan skema 70-30 persen. 70 persen untuk diputar dalam program investasi dan 30 persen dijadikan modal usaha. Beberapa waktu yang lalu sudah berjalan saat penyetoran masih diatas, tapi saat masuk penyetoran dibawah 100 juta kami tidak bisa menyisipkan 30 persen karena semua harus dikembalikan.

Pihaknya juga sedang mengumpulkan dana untuk dibuat beberapa usaha, ada rumah makan di dua tempat yang akan dibuka, itu membutuhkan modal yang besar. “Agak pelan membuka itu karena modal itu didapatkan dari 30 persen storan yang masuk di koprasi. Jadi Ini bukan bodong karena ada usaha yang dilakukan,” ujar dia.

Dia menambahkan, kalau putarannya baik dan dananya banyak pasti akan dicairkan. Tolong hilangkan pikiran bahwa kas koprasi ada uang banyak. “Perlu disampaikan karena rumah bendahara diobrak abrik untuk mencari uang, tolong bersabar,” tambah dia.

Sementara itu, Bud yang melaporkan kasus ini ke Polresta Manado kembali menegaskan, bahwa masih tetap ada ancaman dari preman-preman. Saat berada di kantor Star Up, melihat ada beberapa preman. “Saya masih di ancam oleh preman-preman dalam masalah ini,” katanya dia. (ekaputra)