IKLAN

PT Air Manado Lecehkan DPRD Soal Penetapan Tarif


Terry Umboh

Terry Umboh

Benny Parasan

Benny Parasan

MANADO – Langkah PT Air Manado dalam penetapan tarif air bersih tanpa melibatkan DPRD Kota Manado dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap lembaga ini. Pandangan demikian disampaikan pengamat parlemen Terry Umboh. Dia mengingatkan bahwa langkah tersebut justru melemahkan fungsi DPRD yang juga merupakan bagian dari pemerintah kota.

”Sama saja PT Air Manado tidak menghargai DPRD. Dengan tidak melibatkan lembaga DPRD dalam pengambilan keputusan penetapan tarif air bersih, itu sama saja melecehkan lembaga DPRD Kota Manado,” ujar Umboh kepada wartawan www.manadoline.com.

Umboh menilai manuver Jajaran Direksi PT Air Manado, sudah masuk pada kategori persoalan berat dan sarius karena tidak sepatutnya perusahan pelayanan air bersih ini mengintervensi lembaga legislatif dengan cara-cara yang tidak benar semacam itu.

Dia pun mengingatkan bahwa DPRD adalah mitra kerja pemerintah yang menjalankan fungsi pengawasan. ”Jangan keliru. Setahu saya, pemkot Manado memiliki 40 persen saham di PT Air. Selain itu, dalam kesepakatan kerjasama yang tertuang dalam memorandum of understanding (MoU) Pemkot dan Waterleiding Maatchappij Drenthe (WMD) Belanda, dalam kaitan keputusan-keputusan termasuk kenaikan tarif air bersih, harus melibatkan DPRD Kota Manado, jadi keliru sekali PT Air ini,” ujar Umboh, yang lantas mempertanyakan dasar kenapa DPRD tidak dilibatkan.

Menurut Umboh, PT Air tidak bisa tidak melibatkan DPRD dalam hal keputusan. Selain tujuan perusahan ini profit akan tetapi yang paling penting adalah pelayanan, karena masyarakat Manado merupakan konsumen dari perusahan ini. Tentu hal ini akan membuat DPRD Manado, makin kritis dan bersemangat melawan PT Air. “Ini namanya, membangunkan singa yang sedang tidur,” terang pria yang akrab dengan wartawan.

Labih lanjut, dia mengingatkan manuver PT Air selama ini seperti memancing DPRD untuk memanggil hearing dan melakukan impeachment, dan mungkin bisa merekomendasi pergantian jajaran direksi. Apalagi selama ini, kebijakan perusahan ini selalu kontroversi dan menyulitkan masyarakat sebagai konsumen, belum lagi pelayanannya yang selalu buruk.

”Itu semua tidak pernah dibicarakan dengan DPRD, lembaga ini tidak dihargai. Jadi, jangan pancing DPRD untuk lakukan impeachment (pemakzulan),” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Kota Manado Benny Parasan, mengatakan bahwa DPRD akan segera memanggil PT Air Manado, terkait dengan hal tersebut. “Saya akan meminta pimpinan DPRD untuk mengagendakan hearing dengan PT Air. Tidak hanya masalah tarif, akan tetapai banyak hal yang selama ini dilakukan tidak maksimal dan terkadang merugikan masyarakat Manado,” tandasnya.

Terkait lembaga DPRD telah dilecehkan PT Air Manado, anggota komisi B ini membenarkan hal tersebut. karena, selama ini DPRD tidak dilibatkan dalam setiap kebijakan perusahan tersebut. Perusahan ini adalah perusahan wanprestasi, karena selama ini kontribusi bagi pembangunan kota Manado tidak ada. “Jangan pikir, DPRD hanya lembaga dengan fungsi check and balances. Kami akan minta eksekutif ambil alih saja dan proses hukum perusahan ini. Janji air siap minum saja bohong, bagaimana yang lainnya,” tegasnya.

Karena operasional perusahan ini menggunakan uang rakyat, dirinya akan merekomendasikan lembaga audit, untuk melakukan pemeriksaan keuangan PT Air Manado karena selama ini keberadaan keuangan perusahan ini tidak jelas, bisa saja terjadi korupsi di sana. (christian).

 

Manado Fiesta 2017