IKLAN

Program GSVL-MOR Realistis Karena Tahu Persis Kekuatan APBD Manado


GS Vicky Lumentut dan Mor Bastiaan ketika memaparkan program mereka saat kampanye dialogis di Tikala Kumarak.

GS Vicky Lumentut dan Mor Bastiaan ketika memaparkan program mereka saat kampanye dialogis di Tikala Kumaraka.

MANADO — Tak mau menawarkan program muluk-muluk untuk masyarakat Kota Manado pada pencalonan periode lima tahun kedepan karena GS Vicky Lumentut tahu persis kekuatan APBD Kota Manado.

Yah, karena GSVL, sapaan Lumentut adalah calon wali kota incumbent yang sukses menjabat Wali Kota periode 2010-2015 ini yang sukses dengan 8 program pro rakyatnya.

Untuk periode kedepan, GSVL yang berpasangan dengan Mor Bastiaan sebagai calon Wakil Wali Kota Manado justru lebih meningkatkan ke-8 program tadi dengan kekuatan APBD yang ada.

Seperti layanan kesehatan gratis atau Universal Coverage (UC) yang sukses membantu

GS Vicky Lumentut disambut sumringah para pendukungnya. (foto-foto: gary edo)

GS Vicky Lumentut disambut sumringah para pendukungnya. (foto-foto: gary edo)

masyarakat kurang mampu, kedepan dibarengi dengan pembangunan rumah sakit daerah yang berlokasi di Mapanget.

“Saat ini ada beberapa rumah sakit yang bekerjasama dengan Pemkot Manado untuk melayani program UC, tetapi kedepan kami akan tingkatkan lagi dan maksimalkan dengan salah satunya menambah pembangunan rumah sakit daerah,” ujar GSVL yang disambut aplaus ratusan warga Kelurahan Tikala Kumaraka, dalam kampanye dialogis Selasa (3/11) sore.

Program lain yang dirasakan masyarakat, santunan dana duka. Selama ini diberikan uang tunai Rp2,5 juta, kedepan dinaikkan menjadi Rp3 juta. “Saya dan pak Mor tidak bisa menjanjikan lebih dari Rp3 juta, karena saya tahu persis APBD Manado. Nanti kalau PAD (Pendapatan Asli Daerah) kita naik, maka santunan dana duka juga disesuaikan,” terang pemimpin visioner ini.
Untuk Kepala Lingkungan (Pala), sebagai garda terdepan pemerintahan, gaji atau honor juga ditingkatkan. “Selama gaji Pala sebesar Rp2,25 juta, kedepan akan naik jadi Rp3 juta. Kami belum bisa menjanjikan lebih dari itu, karena seperti saya sampaikan tadi disesuaikan dengan APBD, karena juga kami memikirkan kesejahteraan PNS, yang juga TTP (tunjangan tambahan penghasilan) akan dinaikkan, khususnya PNS non eselon dan tenaga honorer,” terang Ketua Walikota se-Indonesia ini. (antoreppy)