IKLAN

Prof. Lombok: Tak Gampang Menata Kota, GSVL Masih Dibutuhkan


Mantan Rektor UNIMA, Prof, Jan Lombok memuji kepemimpinan Vicky Lumentut sebagai Wali Kota di sela-sela sambutan  HUT ke 70 dirinya

Mantan Rektor UNIMA, Prof, Jan Lombok memuji kepemimpinan Vicky Lumentut sebagai Wali Kota di sela-sela sambutan HUT ke 70 dirinya

MANADO—Mantan Rektor Universitas Negeri Manado (UNIMA), Prof. Jan Lombok, Kamis (5/2) kemarin genap memasuki usia 70 tahun. Mensyukuri karunia diberikan Tuhan itu, Prof. Lombok merayakan ibadah sederhana di kediaman rumah anaknya ayah Billy Lombok, yang tercatat anggota Deprov Sulut di Royal Mansion Citraland, Winangun.

Turut hadir Wali Kota, GS Vicky Lumentut bersama ketua TP-PKK Kota Manado, Julyeta P.A Runtuwene.

Bagi Lombok, orang nomor satu di ibukota provinsi Sulut ini dinilai sebagai pemimpin panutan yang terus memberikan perubahan dalam pembangunan. Bukan hanya sebatas membangun fisik di Manado, tetapi membangun moral manusia.

Wali Kota Vicky Lumentut saat membawakan pesan dan kesan di HUT ke 70 Prof. Jan Lombok, Kamis (5/2)

Wali Kota Vicky Lumentut saat membawakan pesan dan kesan di HUT ke 70 Prof. Jan Lombok, Kamis (5/2)

“Harus diakui bahwa kepemimpinan pak Vicky (GSVL, red) selama hampir 5 tahun ini, telah berhasil. Tidak gampang menata kota ini, tapi di tangan pak Vicky, kota ini telah banyak perubahan,” ujarnya memuji kepemimpinan GSVL.

Sebagai orang teknis, kata Prof Lombok, GSVL tahu apa yang akan dilakukannya dengan kota ini. “Pak Vicky sebagai orang teknis, tahu memulainya dari perencanaan kemudian menjalankan rencana tersebut dituangkan dalam pembangunan.’’ Ujarnya.

Bagi Prof Lombok, untuk saat ini tidak cukup waktu bagi seorang GSVL, sehingga dirinya masih dibutuhkan melanjutkan membangun kota ini. “Semoga pak Vicky bersama keluarga terus diberkati Tuhan dalam memimpin kota kita ini,” terang Prof Lombok.

Wali Kota Vicky Lumentut, Ketua TP-PKK Kota Manado Paula Runtuwene bersama keluarga besar Prof Lombok

Wali Kota Vicky Lumentut, Ketua TP-PKK Kota Manado Paula Runtuwene bersama keluarga besar Prof Lombok

Tak lupa Guru Besar yang juga dosen luar biasa Unsrat ini menilai kondisi kota saat ini. Seperti bencana alam, itu menjadi tanggung jawab bersama bukan saja tanggung jawab Pemkot Manado. “Kalau banjir itu yang terjadi di Manado, biasanya banjir bandang, kiriman dari Minahasa. Sama halnya dengan Jakarta, banjir kiriman dari Bogor dan Jawa Barat. Jadi penanganan banjir ini tanggung jawab bersama lintas pemerintah,” ujar Prof Lombok didampingi istri tercinta, Hermin Tangkau, anak Billy Lombok, menantu Cindy Wongkar serta cucu Janice Lombok. (lipsus/anto reppy)