IKLAN

Presiden Minta Pertumbuhan Ekonomi Manado Dirangsang, GSVL Cari Solusi Peningkatan Pelayanan Satu Atap


Ketua APEKSI Vicky Lumentut yang juga Wali Kota Manado bersama Menneg Bappenas, Dr. Andrinov Chaniago saat memimpin pertemuan bersama 94 wali kota se Indonesia di Istana Bogor

Ketua APEKSI Vicky Lumentut yang juga Wali Kota Manado bersama Menneg Bappenas, Dr. Andrinov Chaniago saat memimpin pertemuan bersama 94 wali kota se Indonesia di Istana Bogor

MANADO—Banyak ‘ole-ole’ diperoleh Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesi (APEKSI) saat memimpin dialog 94 Wali Kota se Indonesia dengan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla di istana Bogor, akhir pecan lalu.

Salah satunya permintaan Presiden untuk menjadikan kota berinovasi, termasuk Kota Manado. “Pak Presiden minta agar rangsang daerah kita menjadi kota berinovasi agar mampu berkompetisi dengan kota-kota lain,’’ kata GSVL, sapaan akrab Wali Kota kepada wartawan usai menghadiri Musrenbang di Kecamatan Sario, Senin (23/2) kemarin.

Kota Berinovasi misalnya menurut GSVL, Manado harus mencari ciri khas kota kemudian dipasarkan sehingga pertumbuhan ekonomi juga ikut teransang dengan memberikan kemudahan-kemudahan kepada investor. “Jadi pelayanan satu atapnya dalam memberikan izin-izin harus ditingkatkan,’’ jelas GSVL.

Yang menjadi kendala, di Manado dalam memberikan izin belum begitu lancar karena masih ditangani instansi bentuk badan. “Jadi sifatnya masih koordinasi,’’ katanya.

GSVL memberikan contoh, dalam mengurus izin IMB misalnya, masih diurus ke Dinas Tata Kota. Begitu juga soal Amdal dan Amdal Lalin, masih harus dikirm ke Badan Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan. “Jadi diusulkan semua izin-izin di eksekusi di kantor pelayanan satu atap. Tapi yang terjadi kan, Pelayanan Satu Atap itu harus mengirim izin-izin itu ke instansi-instasi tadi. Jadi saya bilang ke Pak Presiden, nanti kita akan rumuskan bagaimana caranya,’’ tandas GSVL. (anto reppy)

 

 

Manado Fiesta 2017