IKLAN

Polres Bolmong ‘Takut’ Tangkap Tersangka TPAPD Marlina Moha-Siahaan


 

Tersangka Dana TPAPD Bolmong, Marlina Moha Siahaan. (foto dok)

Tersangka Dana TPAPD Bolmong, Marlina Moha Siahaan. (foto dok)

KOTAMOBAGU – Sikap keragu-raguan nyatanya masih menghinggapi aparat Polres Bolmong atas kasus dugaan korupsi Rp 4,8 miliar Tunjangan Penghasilan Aparat Pemerintah Desa (TPAPD) yang menyeret mantan Bupati Bolmong Dra Hj Marlina Moha-Siahaan (MMS). Padahal berkas perkara sudah dinyatakan lengkap (P21) sejak bulan Desember 2013 oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu. Ini kemudian disusul dengan P21A pada bulan Desember 2014.

Sementara itu awal pekan ini pernyataan berani dilontarkan Kapolres AKBP William A. Simanjuntak SIK seperti yang dilansir Harian Komentar edisi Selasa 21 April 2015, bahwa telah menandatangani surat penangkapan terhadap mantan Bupati Bolmong dua periode itu. Tapi anehnya setelah dikonfirmasi tampak ragu atas pernyataannya itu. “Itu sudah sejak bulan lalu ditandatangani,” kata William menjawab pertanyaan wartawan lewat pesan singkat atau Short Message Service (SMS), Rabu 22 April 2015 kepada wartawan www.totabuan.co.

Informasi didapat kalau surat yang diajukan penyidik ke meja Kapolres itu tertanggal 27 Maret 2015. Tapi anehnya, meski surat tersebut telah ditandatangani, tersangka MMS hingga saat ini tak kunjung diserahkan ke penyidik Kejari Kotamobagu. Alasannya kenapa pihaknya belum melakukan penahanan, karena MMS masih berada di luar Sulut. Sehingga oknum Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sulut itu belum diserahkan ke penyidik kejaksaan. (yoan)