IKLAN

Rp 4,3 Miliar TGR di Tangan PNS dan Pihak Ketiga

PNS Penunggak TGR Terancam, Sita Barang Berharga Pemkot Kotamobagu Gandeng KPKNL


Rp 4,3 Miliar TGR di Tangan PNS dan Pihak Ketiga

Kantor Walikota Kotamobagu. (f-manadoline)

Kantor Walikota Kotamobagu. (f-manadoline)

KOTAMOBAGU – PNS Pemkot Kotamobagu dan pihak ketiga yang masuk daftar penunggak Tuntutan Ganti Rugi (TGR) terancam. Ini menyusul sikap pemkot yang rencananya akan menggandeng juru sita dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Manado untuk menyita barang-barang berharga milik penunggak TGR tersebut. Barang berharga yang disita itu akan disesuaikan dengan jumlah TGR. Barang tersebut kemudian dilelang. Namun setelah dilelang nilainya lebih dari tunggakan, maka akan dikembalikan. Aksi penyitaan itu akan dilakukan karena hingga saat ini masih sekitaran Rp 4,3 miliar yang belum dikembalikan ke kas negara. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Inspektorat Pemkot Kotamobagu Rio Lombone SH, tiga tim Inspektorat Pembantu (Irban) yang telah dibentuk akan memanggil seluruh PNS dan pihak ketiga penunggak TGR. “Mereka ini akan memanggil pihak terkait yang bertanggung jawab soal TGR ini. Setelah itu akan ditandatangani Surat Keterangan Tanggungjawab Mutlak (SKTJM) oleh PNS yang dinilai paling bertanggung jawab,” tegas Rio, Jumat (27/2). Masih menurut Lombone yang juga Kabag Hukum tersebut setelah penandatanganan SKTJM, inspektorat akan memberikan waktu selama 20 hari kepada penunggak untuk menyelesaikan TGR. Jika selama batas waktu yang diberikan tidak menyelesaikan TGR, PNS yang bersangkutan akan diberikan sanksi lewat sidang kode etik. “Sanksinya berupa penurunan pangkat, penundaan pangkat sampai pencopotan jabatan untuk PNS yang memiliki jabatan,” ujarnya serius sambil menambahkan PNS pengunggak TGR masih akan diberikan waktu 20 hari untuk melakukan banding. “Mereka harus memberikan bukti-bukti yang menjelaskan bahwa bukan mereka yang bertanggungjawab atas TGR tersebut”. (mara)