IKLAN

Petugas Kejari Kotamobagu Lengah, Tahanan Penculikan Kabur Saat di Pengadilan


Mobil Tahanan Kejari Kotamobagu. (f-manadoline)

Mobil Tahanan Kejari Kotamobagu. (f-manadoline)

KOTAMOBAGU – Kinerja aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu, dipertanyakan. Ini menyusul larinya seorang tahanan saat mau disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu. Adalah MM (43) alias Bute terdakwa kasus penculikan dan percobaan perkosaan, berhasil memperdayai petugas tahanan kejaksaan dan berhasil kabur pada Selasa (24/3) siang. Informasi yang didapat Bute yang tercatat sebagai warga Desa Moyag Kecamatan Kotamobagu Timur, melarikah diri saat baru turun dari mobil tahanan kejaksaan. Saat turun dari mobil, Bute langsung memesan segelas kopi di kantin samping PN tanpa didampingi petugas kejaksaan. Kesempatan ini tak disia-siakan Bute langsung mengambil langkah seribu alias melarikan diri dengan menumpang angkot jurusan Modayag, yang saat itu melintas di ruas jalan samping kanan kantor pengadilan. Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Febrian Muhammad SH membenarkan kejadian tersebut. “Iya, hari ini seharusnya sudah pada tahap pemeriksaan saksi. Namun batal karena terdakwa melarikan diri,” ujar Febrian saat di kantor Kejari Kotamobagu. “Penjagaan sama seperti biasanya. Dia (terdakwa, red) diangkut dengan mobil tahanan dari rumah tahanan ke pengadilan,” ungkap Febrian. Dia berharap agar yang bersangkutan (terdakwa) segera menyerahkan diri. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polres Bolmong agar pelaku secepatnya tertangkap. “Kami belum melaporkan secara resmi karena belum 1 x 24 jam. Namun saya sudah berkoordinasi dengan polres termasuk polsek-polsek,” kata Febrian sambil menyebut atas kejadian tersebut maka tuntutan untuk terdakwa bakal bertambah karena melarikan diri. Sekadar diketahui, Bute adalah terdakwa kasus penculikan dan percobaan perkosaan terhadap korban dengan nama samaran Bunga (23) warga Kecamatan Kotamobagu Timur. Bute menculik korban pada Rabu 3 September 2014 sekitar pukul 18.30 Wita di sekitar simpang empat Kelurahan Kotobangon. Bute kemudian membawa lari korban ke Gorontalo. Saat di Gorontalo korban berhasil melarikan diri. Bute sendiri tertangkap di Desa Abak Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolmong pada Rabu 11 Nopember 2014. Saat dibekuk polisi, kaki Bute terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melarikan diri. (mara)