IKLAN

Petani Cengkeh Menjerit, Harga Jual tak Sebanding Biaya Produksi


HARGA: Petani (berdiri dari kiri) melihat hasil pemetik dengan harga jual tak sebanding di pasaran (foto:Kandi/manadoline)

HARGA: Petani cengkeh (berdiri dari kiri) melihat hasil pemetik dengan harga jual tak sebanding di pasaran (foto:Kandi/manadoline)

MANADO-Petani cengkeh kian menjerit. Pasalnya, harga cengkeh di pasaran terus merosot tajam, titik tertinggi Rp 115.000 per kilogram.

Menurut data yang diperoleh www.manadoline.com di Pasar Bersehati Manado hingga Sabtu (18/7) harga cengkeh berada di kisaran Rp 105.000 sampai Rp 115.000 per kilogram.

Naik tutunya harga cengkeh sudah biasa terjadi.”Melihat sekarang (Juni-Agustus-Red) masa panen banyak, disitu terjadi penurunan harga, jadi tergantung banyak atau sedikit cengkeh yang dipanen,”tutur pemilik toko juga pembeli Wiliam, lokasi toko disekitaran pasar Pinasungkulan Karombasan.

Para petani disalah satu perkampungan Minsel mengaku harga beli cengkeh di daerah tersebut sekitar Rp 99.000 per kilogram tidak sebanding dengan biaya produksi, perawatan kebun dan pengeluaran kepada para pemetik,”Pengeluaran ongkos lebih besar dari harga cengkeh,”ungkap Barten dan beberapa petani pemilik kebun cengkeh di Minsel.

Mereka meminta harga cengkeh dapat kembali kisaran Rp 140.000 seperti 2014 lalu.”Jika harga seperti itu, kami petani masih bisa merasakan harga panen cengkeh dan walaupun sedikit keuntungan juga menambah perawatan produksi cengkeh dengan baik,”kunci mereka. (srikandipangemanan)