IKLAN

Motivasi Hidup

Perjuangan Seorang Ibu


Motivasi Hidup

Adelia Supit bersama ketiga putrinya usai di wisuda pada tahun 2014

Adelia Supit bersama ketiga putrinya usai di wisuda pada tahun 2014

BITUNG-Anak adalah harta yang tak ternilai, anugerah Tuhan terindah dalam kehidupan keluarga. Apapun akan dilakukan demi masa depan anak-anak.

Berpisah dengan suami pada tahun 2009, tidak membuat Adelia Supit, wanita kelahiran Bolmong 24 September 1990, ibu dari tiga putri yakni Gabriella (8 tahun), Pritta dan Pritty Lakuhati (kembar, 5 tahun), patah semangat. Tetapi sebaliknya, pada tahun 2011 masuk Akademi Keperawatan Baramuli Airmadidi, lulus pada tahun 2014 dengan predikat Ahli Madya Keperawatan (AMD.Kep).

“Menjalani kehidupan, membesarkan ketiga putri tercinta bukanlah sebuah pekerjaan mudah, apalagi hanya sendiri, banyak tantangan dan pergumulan yang dihadapi tetapi semuanya diserahkan kepada Tuhan,” ungkap Supit yang berdomisili di Kelurahan Madidir Unet Kecamatan Madidir Kota Bitung, Sabtu (13/2).

Ia mengakui, sebagai orang tua tunggal membesarkan ketiga putri yang masih duduk di bangku SD, membutuhkan kesabaran dan ketabahan didasari pada Kasih Tuhan yang senantiasa memberikan kekuatan dan kemampuan iman.

“Kegagalan bukan berarti akhir dari segala-segalanya, tetapi dijadikan pemicu semangat juang untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan lewat tanggung jawab membesarkan anak-anak, mempersiapkan masa depan yang indah buat mereka,” katanya.

Ia menambahkan, perjuangan demi kebahagiaan anak-anak adalah komitmen yang harus dijaga dan aktualisasikan dalam hidup, apapun resikonya.

“Sekalipun harus berjuang, mencari rejeki ditanah Papua, saya tetap jalani dengan optimis demi memenuhi kebutuhan keluarga, dan juga biaya sekolah anak-anak sampai di perguruan tinggi,” pungkasnya. (jones)