IKLAN

Perilaku LGBT “Ditolak” Pelaku “Didoakan”


MANADO- Lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) seharusnya dibenci dan ditolak adalah perilakunya bukan orangnya. Sikap ini ditunjukkan menurut ajaran Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM).

Ilustrasi

Ilustrasi

Ketua Komisi Pelayanan Pemuda Sinode (KPPS) GMIM Pnt. Toar Pangkey, MT kepada Manadoline ketika dihubungi Sabtu (5/4) mengatakan komunitas LGBT itu tak disembunyikan lagi, dalam hal ini memang terlihat transparan didepan mata. Mereka beraktifitas disekitar kita.

“Tugas bersama kita sebagai pemuda GMIM yakni merangkul dan mengarahkan, jangan sampai dikucilkan atau ada didiskriminasi,”jelas Pangkey.

Lanjutnya, apalagi dilihat dari sudut pandang pelayanan Gereja mereka adalah anggota jemaat yang butuh perhatian, perlu diarahkan agar meninggalkan kehidupan yang tidak berkenan dihadapan Tuhan.

LGBT tidak dibenarkan, sebagai organisasi pelayanan pemuda GMIM akan merangkul”Kalau pakai kata “Menolak” sama diartikan kita jauhi atau kucilkan LGBT. Jadi prakteknya yang kita tolak, tapi orangnya adalah ladang pelayanan,”terang Pangkey.

Sementara itu, mantan Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Tomohon Pdt Hammy Lasut, STh belum lama ini mengatakan perilaku penyimpangan seks dengan kata lain tidak sesuai dengan Firman Allah. Hanya ada dua jenis kelamin yang diciptakan Tuhan.

Menurut Alkitab Kejadian 1:27 berkata “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambarnya diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Lanjut Lasut jadi walaupun beberapa di Negara maju melegalkan LGBT atas nama hak asasi manusia (HAM). Namun lasut mengingatkan bahwa yang harus dibenci dan ditolak adalah perilakunya bukan orangnya.

Dosa harus dibenci tapi tapi pendosa harus dikasihi dan didoakan. Pemerintah dan gereja sebagai penentu kebijakan publik
segera mengupayakan langkah-langkah untuk penanganan masalah LGBT,”katanya.

Pantauan Manadoline pekan ini di Manado, kebanyakan merajalela secara terang-terangan pada publik yakni anak muda “Belokers” atau kebalikan dari “Koleb” istilah yang dipakai untuk menunjukkan seseorang tergabung dalam dunia “Lesbian” atau bahasa pergaulan Manado dikatakan “Ebong”.

Diketahui perilaku penyimpangan LGBT hangat dibicarakan publik pekan terakhir ini, dikarenakan beberapa selebriti tanah air terjerat kasus tersebut yang sementara diproses hukum. (srikandipangemanan)

 

Manado Fiesta 2017