IKLAN

Penalti Pejabat Eselon II “Terbukti Narkoba”


MANADO-Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey tegaskan pejabat eselon II lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov Sulut) terbukti pengguna narkoba akan di penalti.

PRESS CONFERENCE: Gubernur Olly Dondokambey (tengah), Wakil Gubernur (kiri), Kepala BNN Sulut Kombe Pol Sumirat Dwiyanto (kanan) selesai lakukan tes urine pejabat eselon II di kantor Gubernur Sulut, Senin (14/3) (foto:Kandi/ML)

PRESS CONFERENCE: Gubernur Olly Dondokambey (tengah), Wakil Gubernur (kiri), Kepala BNN Sulut Kombe Pol Sumirat Dwiyanto (kanan) selesai lakukan tes urine pejabat eselon II di kantor Gubernur Sulut, Senin (14/3) (foto:Ka7ndi/ML)

Hal ini berkaitan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut lakukan tes urine, sasaran hari ini (Senin-red) 52 pejabat eselon 2 tetapi yang hadir 41 orang. Dilanjutkan pemeriksaan urine Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gunernur Steven Kandouw, Senin (14/3).

Mereka yang belum ikut tes karena tugas, dipastikan minggu berjalan harus selesai. “Kalau tidak ikut berarti tidak patuh dan tidak loyal, jika terbukti pengguna maka akan kena penalti, dicoret dari jabatan dan lakukan pengobatan lebih dulu,”jelas Olly.

Lanjutnya, dalam waktu dekat akan memerintahkan Bupati/Wali Kota akan lakukan tes narkoba.

Mei mendatang, tempat rehabilitasi di Tampusu Minahasa selesai. Pembiayaan dari Kementerian Sosial RI dan tanah disediakan Pemprov,”jelas Olly.

Sementara itu Kepala BNN Kombes Pol Sumirat Dwiyanto menambahkan pemeriksaan narkoba menggunakan alat Screening tests.

Hasilnya, Gubernur dan Wakil Gubernur dinyatakan negatif narkoba. Diketahui jika satu garis dinyatakan positif, 2 garis negatif,”kata Sumirat.

“Kalau hasilnya positif kami akan lakukan tes konfirmasi, nantinya ditindaklanjuti tes dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau BNN pusat karena itu menentukan nasib seseorang,”pungkasnya. (srikandipangemanan)