IKLAN

Pemkot Kotamobagu Siapkan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A)


 

Walikota Kotamobagu Sosialisasikan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) . (f-humas kk)

Walikota Kotamobagu Sosialisasikan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) . (f-humas kk)

KOTAMOBAGU – Tingginya angka kekerasan hingga berujung pembunuhan terhadap perempuan dan anak-anak, membuat seluruh elemen masyarakat harus mewaspadainya, tak terkecuali Pemkot Kotamobagu.

Untuk itu Walikota Ir Tatong Bara meminta mendukung program pencegahan dan penanganan terhadap korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Hal tersebut disampaikan Walikota saat membuka pelaksanaan pelatihan pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMD PP dan KB), Selasa (13/10).

“Tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak harus menjadi perhatian kita semua, apalagi saat ini sudah ada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga untuk melindungi hak-hak perempuan dan menghapuskan diskriminasi terhadap perempuan,” tegas walikota.

Walikota juga mengatakan permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, telah menjadi persoalan yang sangat memprihatinkan, apalagi saat ini jumlah korbannya semakin bertambah baik dari segi kualitas dan kuantitas.

“Permasalahan ini harus menjadi perhatian kita semua, oleh karena itu saya sangat menyambut baik pelaksanaan kegiatan-kegiatan untuk mencegah dan menangani terjadinya tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tegas walikota.

Sementara itu, Kepala BPMD PP dan KB, Hj Sitti Rafiqah Bora SE mengatakan dalam upaya pencegahan dan penanganan terhadap korban kekerasan perempuan dan anak, pihaknya juga sudah menyiapkan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). “Kami juga berharap agar Lurah dan Sangadi serta seluruh perangkatnya maupun pihak sekolah, dapat mensosialisasikan hal ini, agar upaya pencegahan dan penanganan terhadap korban tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kotamobagu dapat lebih maksimal,” terang Bora.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor BPMD PP dan KB tersebut, juga dilaksanakan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) oleh sejumlah instansi terkait pencegahan dan penangangan terhadap korban kekerasan perempuan dan anak di wilayah Kota Kotamobagu. (yoan)