IKLAN

“Pemkot Jangan Hambat Pilwako Manado 17 Februari, Ini Soal Hak Politik Rakyat”


Taufik Tumbelaka

Taufik Tumbelaka

MANADO – Menyusul adanya pernyataan Pemkot Manado melalui Asisten I membidang Pemerintahan dan Kesra, Setdakot Manado, Josua Pangkerego yang dirilis Kabag Humas, Franky Mocodompis, spontan menimbulkan spekulasi sejumlah elemen.

Mereka menilai, ada indikasi Pemkot Manado kembali menggagalkan Pilwako Manado. Kecuali itu, mereka mensinyalir  Royke Roring yang saat ini sebagai penjabat Wali Kota terkesan tidak ingin Pilkada Manado yang sudah ditetapkan KPU, 17 Februari nanti digelar.

Padahal tugas Roring sampai dipercayakan Gubernur Sulut sebagai penjabat, karena dinilai bisa memfasilitasi suksesnya Pilwako Manado yang sempat tertunda saat Pilkada serentak 9 Desember lalu.

“Pilkada ini agenda nasional. Wajib seorang penjabat itu mendukung dan memfasilitasi suksesnya sebuah pesta demokaris. Kalau benar Pemkot menilai KPU tergesa-gesa menentukan Pilwako Manado 17 Februari lalu beralasan macam-macam, sama saja penjabat tidak mendukung agenda nasional ini,” tegas Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut, Taufik Tumbelaka.

Menurutnya, masyarakat Kota Manado sendiri akan muak dengan sikap pemerintah jika 17 Februari nanti Pilwako Manado tidak digelar. Pasalnya, 9 Desember lalu, rakyat Manado gagal menyalurkan hak politik mereka dalam Pilkada serentak.

Nah, jika 17 Februari nanti Pilwako Manado kembali ditunda, apa yang akan dikatakan masyarakat terhadap kepemimpinan Roy Roring sebagai penjabat Wali Kota.

“Jadi jangan hambat Pilwako Manado 17 Februari. Ini menyangkut hak politik rakyat, lebih cepat dilaksanakan lebih bagus,” tukas Tumbelaka. (antoreppy)