IKLAN

Pemkot Bekali Linmas Hadapi Potensi Bencana, Mor: Mereka Mata dan Telinga Pemerintah


Wawali Mor Bastiaan membuka Sosialisasi Penyebarluasan Informasi Potensi Bencana

Wawali Mor Bastiaan membuka Sosialisasi Penyebarluasan Informasi Potensi Bencana

MANADO – Kota Manado dikenal daerah langganan bencana banjir menyusul peristiwa 15 Januari 2014 silam menjadi pengalaman berharga Pemkot Manado untuk membenah.

Tidak di berbagai infrastruktur tetapi mempersiapkan berbagai komponen masyarakat untuk bermitra dengan pemerintah dalam mengantisipasi potensi terjadinya bencana, di antaranya Satuan Perlindungan Masyarakat (LinMas).

Niat baik Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Manado, GS Vicky Lumentut dan Mor Dominus Bastiaan ini tampak dalam kegiatan digelar Badan Kesatuan Bangsa dan

Perlindungan Masyarakat dengan topik Sosialisasi Penyebarluasan Informasi Potensi Bencana serta Pemantauan Kejadian Bencana bagi Satuan LinMas se Kota Manado.

Kegiatan digelar Rabu, (14/9/2016) ini dilaksanakan di Hotel Sahid Teling Manado, dan diresmikan Wakil Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan.

Sejumlah anggota Linmas saat mengikuti sosialisasi dan pembekalan

Sejumlah anggota Linmas saat mengikuti sosialisasi dan pembekalan

“Kegiatan ini bertujuan agar setiap personil LinMas tetap memelihara kesiapan, kesasadaran, keterampilan, dan kesadaran potensi pemantauan dan mitigasi bencana, terlebih bencana alam,” kata Mor.

Menurut Mor, ini penting karena Satuan LinMas berperan penting sebagai mata, telinga, dalam pemantauan bencana, serta sebagai tangan pemerintah dalam mitigasi bencana, termasuk menjangkau korban di detik awal kejadian.’

Sosialisasi ini juga merupakan upaya mengoptimalkan antisipasi penanggulangan bencana terutama di daerah rawan bencana . “Kunci keberhasilan ada pada kesiapan dan informasi, tepatnya seberapa cepat dan tanggap kita dalam mengolah potensi terjadinya bencana serta profesionalisme unit kerja terkait seperti Satuan LinMas,” ujarnya.

Semua ini kata Mor, dimulai dari mindset, harus menentukan jenis dan prosedur analisis dan tindakan. “Ini akan membuat kita mampu mendeteksi perubahan terkecil sekalipun potensi bencana kemudian dapat mengantisipasinya . Saya berharap peserta mencerna pengetahuan yang didapat melalui kegiatan ini,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan, Kepala Badan Kesbang Pol dan LinMas, Drs. Hanny Solangs dan jajarannya serta Kadis Sosial, Drs. Frans Mawitjere, dan undangan lainnya. (cilo)