IKLAN

Pembunuh Ci Nini dan Ko Hengky Ternyata Mantan Lurah, Ini Pengakuannya Nekat Habisi Nyawa Bos Toko Borobudur


image

EG alias Emon, pelaku pembunuh kakak beradik, Ko Hengky dan Ci Nini, pemilik toko Borobudur. (foto: bkc)

MANADO – Setelah berhasil ditangkap Tim Manguni Polda Sulut, EG alias Emon (44) yang dipastikan dijadikan tersangka pembunuh Hengky Gustaf (31) dan Tansye Liani (51) alias Ci Nini, pemilik Toko Borobudur di Kelurahan Kampung Islam Lingkungan II Kecamatan Tuminting, Selasa (1/9) dengan gentle mengakui perbuatannya itu.

Emon diketahui mantan Lurah di Kampung Peta, Kecamatan Tabukan Utara, Sangihe. Dia merupakan karyawan di Toko milik korban. Dirinya nekat menghabisi nyawa majikannya karena sakit hati sering dimarah bahkan tak jarang martabatnya direndahkan oleh korban Ci Nini. “Itu yang bikin saya sakit hati. Bahkan saya biasa direndahkan,” kataya.

Emon saat ini sudah ditahan di sel Mapolresta Manado. Kakinya dibalut perban karena luka tembak saat ditangkap petugas. Dia mengaku membunuh Ci Nini dengan pipa besi sedankan Ko Hengki merupakan adik Ci Nini meggunakan pisau dapur. “Ci Nini saya pukul di kepala. Kalau Ko Hengky saya pukul pakai besi lalu saya tusuk dengan pisau,” akunya, Kamis (3/9).

Kronolohisnya, malam itu sekitar pukul 20.30 Wita, ia datang ke toko menemui majikannya untuk memberitahukan akan memindahkan barang berupa minuman Cocacola yang disuruh majikannya. “Ci malah marah-marah dan bilang saya  itu hidup enak, tinggal di rumah tak bayar lampu, air dan lainnya,” ujarnya.

Mendengar itu, Emon mengaku langsubg kalap mata. Dia lalu pergi ke belakang rumah menenangkan diri. Bersamaan itu dia melihat pipa pesi di samping kamar mandi dan mengambilnya, lalu kembali ke toko. Ci Nini ditemuinya masih marah-marah. “Saya dekati dan dari samping langsung pukul kepala bagian belakang sampai Ci jatuh,” jelasnya.

Tiba-tiba Emon mendengar langkah kaki dari lantai dua. Ia pun bergegas mengikuti sambil meraih pisau dapur yang berada di atas meja kasir. Ketika melihat Ko Hengky, ia mengejar sampai ke pintu samping. “Saya pukul kepalanya, saat akan terjatuh saya tusuk perutnya pakai pisau dapur,” aku pria beranak dua ini.

Ia sempat naik ke lantai dua untuk mencari barang berharga, tapi tak didapatnya. Setelah itu ia kembali ke dalam toko dan melihat Ci Nini yang masih bergerak, lalu kembali memukulkan besi  2 kali ke bagian kepala sampai terdiam sama sekali. “Lalu saya ambil uang di dalam laci kasir. Setelah mencuci pisau dan besi dan simpan, saya keluar dari toko lewat pintu belakang,” katanya. (bondan)

 

Manado Fiesta 2017