IKLAN

Dugaan Penggelapan Dana Pensiun Mantan Karyawan Rp 1,6 Miliar

Pekan Depan Penyidik Polres Bolmong Panggil Dirut PDAM


Dugaan Penggelapan Dana Pensiun Mantan Karyawan Rp 1,6 Miliar

F-AKP IverKOTAMOBAGU – Laporan mantan karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bolmong atas dugaan korupsi Rp 1,6 miliar beberapa waktu lalu terus berproses. Dalam waktu dekat ini penyidik Polres Bolmong menjadwalkan pemanggilan kepada Direktur Utama (Dirut) PDAM Hasni Wantasen. “Rencananya pekan depan (Senin 9/3) penyidik layangkan panggilan kepada Dirut PDAM. Laporan kepada dirut adalah dugaan penggelapan dana, jadi manajemen bisa saja terlibat,” ujar Kasat Reskrim AKP Iver S. Manossoh SH, Rabu (4/3). Kasus dugaan penggelapan dana pensiun 27 mantan karyawan PDAM ini sendiri resmi dilaporkan para korban ke Mapolres Bolmong setelah berbagai upaya penyelesaian di tingkat pemkab dan DPRD tidak membuahkan hasil. Termasuk dalam beberapa pertemuan PDAM yang mengaku menyanggupi pembayaran dana pensiun sebesar Rp 1,6 miliar. Selain itu, pada tahun lalu terungkap jika PDAM memiliki piutang sebesar Rp 8 miliar. Piutang tersebut berasal dari retribusi pelanggan yang belum tertagih selama bertahun-tahun. Menurut Bens Palari, salah seorang bekas karyawan PDAM, kuat dugaan dirut tidak pernah menyetorkan iuran perusahaan ke lembaga Persatuan Dana Pensiun Bersama PDAM Seluruh Indonesia (Dapenma Pamsi) sejak tahun 2010. “Sehingga, menyebabkan dana pensiun 27 orang sampai saat ini tidak terbayarkan,” ujar Bens. Sementara itu, Dirut PDAM Hasni Wantasen, mengatakan jika ada polemik di internal PDAM itu hal yang biasa. “Saya siap menjelaskan semuanya,” pungkasnya. (mara)

 

Manado Fiesta 2017