IKLAN

Pansus Ranperda Bahas Soal Pengelolaan Taman Nasional Bunaken


PEMBAHASAN: Pansus Ranperda Penyelenggara Keparawisataan, gelar pembahasan di ruang paripurna, Selasa, (19/05). (foto:mejkel/manadoline)

PEMBAHASAN: Pansus Ranperda Penyelenggara Keparawisataan, gelar pembahasan di ruang paripurna, Selasa, (19/05). (foto:mejkel/manadoline)

MANADO – Pembahasan Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penyelenggara Keparawisataan DPRD Kota Manado bersama Dinas Parawisata dan Kebudayaan (Disparbud), Selasa, (19/05) berlangsung menarik. Pasalnya, pimpinan dan anggota Pansus memberikan cacatan menarik terkait pengelolaan sejumlah objek wisata di Kota Manado.

Ketua Pansus Anita De Blouwe mengatakan, Taman Laut Bunaken tidak lagi menjadi sesuatu yang istimewa. Pasalnya, Dinas Parawisata dan Kebudayaan (Disparbud) tidak memberi sentuhan signifikan pada objek wisata terbesar ini.

“Bunaken seakan tidak lagi memiliki keistimewaan. Karena, pengelolaannya tidak lagi dilakukan secara baik, kendati tempat tersebut masuk dalam pengelolaan Pemkot Manado,” kata De Blouwe.

Menanggapi hal tersebut, Kadisparbud Hendry Waroka mengatakan, Taman Nasional Bunaken saat dikelola oleh Dewan Pengelola Taman Nasional Bunaken (DPTNB) dari Pemerintah Provinsi. “Pengelolaan Taman Nasional Bunaken saat ini dikelola oleh Dewan Pengelola Taman Nasional Bunaken dari Pemprov Sulut. Kami mencoba mengambil peran, tentunya sedikit perundingan dengan pihaknya,” Ujar Waroka.

Selain Ketua Pansus Anite De Blouwe, turut hadir Wakil Ketua Theresia Pingkan Nuah, Sekretaris Robert Tambuwun, anggota Arthur Paath, Mona Claudya Kloer, Christiana Pusung, Apriano Saerang. (christian)

 

Manado Fiesta 2017