IKLAN

Panen Raya Jagung di Minut, Mentan Minta Produksi Sulut Ditingkatkan


Panen raya jagung di

Panen raya jagung di Tontalete Minut. Dihadiri Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman bersama Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Bupati Minut Vonnie Panambunan, Aster KASAD dan Pangdam VII, Wirabuana, Jumat (26/8) (foto:Biro Humas dan informasi publik, Kementan)

MINUT-Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman bersama Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, Bupati Minahasa Utara (Minut) Vonnie Panambunan, Aster KASAD dan Pangdam VII Wirabuana serta masyarakat melakukan Panen Raya Jagung di Desa Tontalete, Kecamatan Kema Minut Sulut, (26/8).

Mentan sampai di Desa Tontalete pada pukul 07.00 pagi dan langsung menuju lokasi untuk melakukan panen jagung di lahan seluas 400 hektar. Panen tersebut dilakukan pertama-tama secara manual dan dilanjutkan dengan mesin panen modern menggunakan combine harvester.

Ini merupakan pertama kalinya Minut melakukan panen jagung dengan menggunakan mekanisasi pertanian.

Selanjutnya, Mentan bersama Gubernur Sulut Olly Dondokambey juga secara simbolis melakukan penanaman perdana jagung hibrida untuk persiapan musim tanam September 2016 – Maret 2017. Penanaman ini menandai gerakan tanam jagung Minut di lahan seluas 15.000 hektar.

Pada sambutannya, Mentan menjelaskan bahwa produksi jagung di Minut naik dua kali lipat. Dulu (luas tanam) sebesar 5.000 hektar, sekarang sudah mencapai 10.000 hektar. Targetnya, produksi naik sekitar 300 persen.

“Insha Allah kami support. Dulu mengambil beras dan jagung dari tempat lain, mulai tahun depan kami harapkan harus produksi sendiri,” jelas Mentan.

Mentan juga menyempatkan untuk meninjau perkembangan hasil panen pedet (anak sapi) yang dikembangkan di wilayah tersebut dalam rangka penyediaan benih protein di Minut.

Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan menyampaikan kegiatan ini sangat penting dan strategis mengingat Minut sedang giat-giatnya melaksanakan pembangunan khususnya di sektor pertanian.

“Ini sebagai implementasi visi pembangunan daerah yaitu Minut menjadi kabupaten agribisnis, pariwisata dan industri secara berkelanjutan di tahun 2021,” jelasnya.

Lokasi panen jagung seluas 400 hektar di Kecamatan Kema ini rencananya akan dikembangkan hingga 900 hektar. Kawasan ini sangat strategis karena sebagian besar lahannya berada di bawah pohon kelapa.

Potensi lahan di bawah pohon kelapa di Minahasa Utara seluas 46.384 hektar. Sampai dengan akhir bulan Juli 2016, realisasi tanam jagung sudah mencapai 9.927 hektar dari target 11.259 hektar dengan produksi rata-rata 4,5 sampai dengan 6 ton per hektar.

(srikandi/Kementan)