IKLAN

Pajak Dipatok 25%, Pengusaha Reklame Manado Mengeluh, Ini Jawaban Kadispenda


Bismark Lumentut

Bismark Lumentut

MANADO– Adanya pemberlakuan pemotongan pajak 25% dari harga kontrak reklame yang ada di Kota Manado membuat sejumlah pengusaha reklame di ibukota Provinsi Sulut ini mengeluh.

Mereka menilai adanya dugaan permainan pajak dilakukan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Manado. “Kami kaget, tiba-tiba tahun 2015 ini sudah ada kebijakan pajak reklame harus 25 persen. Kalo tahun-tahun kemarin tidak begini.” Keluh  salah satu pengusaha reklame seraya mengakui, kebijakan Dispenda Manado ini sangat berat. “Pasti ada pengusaha yang tak mampu bayar ke pihak ketiga,” tandasnya.

Kadispenda Manado, Bismark Lumentut kepada wartawan www.manadoline.com menjelaskan, untuk pembayaran pajak reklame ini sudah memakai sistim MPS (Menghitung Pajak Sendiri). “Sama seperti pajak rumah makan dan restoran. Cuma untuk MPS reklame pemerlakuannya nanti tahun 2015 ini,” kata Bismark.

Kebijakan ini diberlakukan untuk pajak reklame sudah sesuai aturan dalam perda. “Ada aturannya, Perda nomor 4 tahun 2009,” jelas Bismark. (anto reppy)