IKLAN

Pagi Ini Roring Undang Rapat KPU, Awas Bargaining Penundaan Pilkada


Penjabat Wali Kota Manado, Royke Roring rapat membahas Pilkada Manado bersama KPU di ruang kerja Wali Kota beberapa waktu lalu. (foto: dok humas)

Penjabat Wali Kota Manado, Royke Roring rapat membahas Pilkada Manado bersama KPU di ruang kerja Wali Kota beberapa waktu lalu. (foto: dok humas)

MANADO – Gencarnya komitmen KPU Manado untuk segera melaksanakan Pilkada susulan Kota Manado, Rabu (17/2) lusa, menyusul pengumuman dan sosialisasi hari ‘H’ pencoblosan itu sudah diedarkan ke masyarakat membuat penjabat Wali Kota Manado, Royke Roring kewalahan.

Pasalnya, meski Roring ogah membuat Perwako pergeseran anggaran tambahan yang diminta KPU bersama steakholder terkait sebesar Rp7,8 M dengan berbagai macam alasan, namun lembaga penyelenggara pemilu ini tetap bersikeras Pilkada harus dilaksanakan 17 Februari.

Bak gaung bersambut, usaha KPU yang hanya bermodalkan Rp2,3 M sisa anggaran dari APBD induk 2015 untuk tetap menggelar tahapan Pilkada 17 Februari itu diapresiasi dan didukung sebagian besar masyarakat Kota Manado.

“Lebih cepat lebih bagus. KPU jangan takut, tetap laksanakan Pilkada 17 Februari,” kata Angky Manginsihi.

Soal undangan rapat terhadap KPU pagi ini, pemuda berdarah Nusa Utara yang tinggal di Mapanget ini justru curiga. “Jangan-jangan penjabat Wali Kota Pak Roy Roring akan bargaining dengan KPU agar Pilkada ditunda.” Curiganya sambil berharap KPU tidak bergemin g menggeser Pilkada 17 Februari.

Informasi dari Kantor Wali Kota, rapat Roring bersama KPU Manado sampai berita ini dirilis masih berlanjut. Rapat tersebut berlangsung tertutup di ruang kerja Wali Kopta.

“Pak Penjabat menunjukan surat permohonan penundaan Pilwako dari Kapolresta Manado kepada KPU. Tunggu saja apakah KPU akan menunda atau tidak,” kata salah seorang pegawai Pemkot Manado yang meminta namanya dirahasiakan. (anto)

 

Manado Fiesta 2017