IKLAN

Over Kapasitas, Rutan Manado Pindahkan 27 WBP ke Lapas


KEPALA Pengamanan Rutan Manado, Sonny Gumansalangi menyalami para WBP sebelum dipindahkan ke Lapas Tuminting. (foto:kela)

KEPALA Pengamanan Rutan Manado, Sonny Gumansalangi menyalami para WBP sebelum dipindahkan ke Lapas Tuminting. (foto:kela)

MANADO – Mengantisipasi over kapasitas, kemarin, pihak Rumah Tahanan Klas IIA Manado Sabtu petang (27/8) telah memindahkan 27 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah memiliki kekuatan hukum tetap ke Lembaga Pemasyarakatan Klas IA Manado di Tuminting. Dari 27 WBP yang dipindahkan itu, satu diantaranya adalah WBP Wanita yang terkena kasus Tipikor.

‘’Sistem pemindahan ini dilakukan untuk mengantisipasi over kapasitas karena saat ini WBP yang ada mencapai 442, sedangkan standar kapasitas Rutan berjumlah 257 orang,’’ ujar Plh Kepala Rutan Manado, Arjun Djuma Okong.

Direncanakan pekan depan, menurut Kasubsi Pelayanan Tahanan, Ferry Audy Ngayow, enam tahanan anak yang telah incraht atau Keputusan Berkekuatan Hukum Tetap akan dipindahkan ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di Tomohon. ‘’Semua WBP yang telah memiliki kekuatan hukum tetap akan segera dipindahkan,’’ ujar Ngayow.

Sementara Kepala Pengamanan Rutan, Sonny Gumansalangi menjelaskan bahwa kapasitas Rutan yang telah over kapasitas memberikan dampak yang kurang baik dari segi keamanan. ‘’Ini rentan terjadi sesuatu yang tidak kita harapkan bersama. Oleh sebab itu, pemindahakan ini akan rutin dilakukan,’’ ujarnya.

Hanya saja, tambah Gumanlangi, pemindahan mendesak dilakukan namun bila para WBP telah memiliki semua ketentuan. ‘’Berkas harus benar-benar lengkap, kami kami pindahkan,’’ ujarnya.

Sementara itu Andreas Runtuwene, salah satu WBP yang dipindahkan menjelaskan sebenarnya bahagia di Rutan karena suasana yang terjalin begitu kondusif. ‘’Namun kami harus terima bila ketentuan dipindahkan ke Lapas Tuminting,’’ ujarnya sedih.(kela)