IKLAN

Ortu Pelajar: Tarif Angkot 3.500, Sebulan Terasa Pengeluaran


angkotMANADO— Tarif angkot khusus kalangan pelajar sesuai Perwako 47 tahun 2014 terus saja menjadi bahan pergunjingan. Pasalnya, tarif Rp4.500 itu dinilai masih membebani pelajar, khususnya kalangan orang tua.

Sudah begitu, tidak sedikit sopir angkot yang membebani pelajar dengan sama dengan tariff untuk umum Rp4.800. “Biasa kita kase 5 ribu, sopir kase pulang 2 ribu,’’ aku Vicadila Rompas, siswi SMK 1 Manado.

Meyti Rumagit, orang tua salah satu siswa SMA 2 Manado juga mengakui, sudah sebulan berjalan ini, pemberlakuan tariff untuk pelajar ikut membebani penghasilan sebulan mereka.

Pasalnya, keuangan yang dikeluarkan setiap hari untuk anaknya ikut naik. “Tarasa noh. Biasa Cuma kase 20 ribu so dengan jajan. Skarang harus 40 ribu, atau 50 ribu tiap hari,’’ ujar Meyti, setiap minggu harus bolak-balik Minsel melihat anaknya yang sekolah di Manado.

Ketua Osis SMK 1 Manado, Nur mengakui, setiap kongko-kongko bersama-sama teman di kantin selalu mengelu kenaikan tariff angkot pelajar buntuk kenaikan BBM ini. Ada yang mengeluh dimarahi orang tuanya setiap pagi gara-gara meminta uang lebih. “Iyo noh. Kalo orang kaya boleh biar pemerintah mo kase nae brapa. Mar kayak torang bagini hanya pas-pasan.” Katanya yang enggan memberikan komentar lebih. “Bukan tako, mar ini kan so jadi kebijakan pemerintah. Mar kalo pemerintah ada niat turunkan lebe bagus noh,’’ celetuk Nur. (anto reppy)