IKLAN

Olly Pertanyakan Kebijakan Menkeu Soal Pemotongan Dana Transfer Daerah 26 Persen


Gubernur Sulut Olly Dondokambey

Gubernur Sulut Olly Dondokambey pada forum Konreg PDRB Sulampua, (foto:Ist)

MANADO-Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey bakal mengkritisi dan pertanyakan kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani terkait  pemotongan dana transfer daerah sebesar 26 persen, hal itu berentangan program nawa cita Presiden Joko Widodo.

Penegasan Gubernur itu disampaikan dihadapan peserta Forum konsultasi regional produk domestik regional bruto se- Sulawesi, Maluku dan Papua (Konreg PDRB Sulampua), Minggu (21/8) lalu di Sintesa Peninsula Hotel Manado.

Lanjutnya, dana tersebut masih sangat kecil hanya 26 persen sebaiknya pemerintah pusat jangan memotong dana trsanfer daerah tersebut karena bertentangan dengan program Nawa Cita yang digulirkan Presiden Jokowi yaitu membangun dari pinggiran.

Itu artinya bahwa pembangunan yang akan dilaksanakan kedepan akan diprioritaskan di luar pulau jawa.

Dengan kata lain, pembangunan diprioritaskan termasuk pada kawasan ini, kawasan Sulampua. Sedangkan dana sebesar 74 persen digunakan oleh pemerintah pusat,”jelasnya.

Bagaimana daerah-daerah di kawasan Sulampua ini bisa berkreasi membangun sektor ekonominya guna menopang pertumbuhan ekonomi nasional, kalau dana transfer saja hanya 26 persen, tapi dipotong lagi,”tegas Olly, sembari menyebutkan kawasan Sulampua paling banyak ruang dan semua ada sumber daya alam.

“Saya kebetulan belum bertemu dengan Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani, kalau ketemu saya akan kritisi kebijakan Menkeu ini”, janji mantan politisi Senayan ini.

Kemajuan ekonomi Sulut pada sektor pariwisata, Sulampua harus diperhatikan..

Kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan kemajuan ekonomi Sulut lewat sektor pariwisata, hanya sebulan sebanyak 11 ribu turis asal Tiongkok (China) datang di Sulut. Industri pariwisata ini sangat cepat menanggulangi kemiskinan dan pengangguran di daerah ini.

“Pariwisata di Kawasan Sulampua ibarat perawan yang belum di sentuh, tapi dikawasan lain sejak lama melakukannya”, kata Donsokambey.

Olly juga mengatakan, walaupun share ekonomi kawasan Sulampua terhadap ekonomi nasional tidak sampai 10 persen di tahun 2015, namun pertumbuhan ekonomi nasional malahan untuk Provinsi di pulau Sulawesi jauh
berada diatas pertumbuhan ekonomi nasional,

2015, sebesar 4,98 persen. Dari data menunjukan, 2015 hanya tiga Provinsi di kawasan Sulampua yang presentasi penduduk miskin dibawah rata-rata nasional (nasional 11,13 persen), bahkan ada beberapa Provinsi yang hampir mencapai 30 persen penduduk miskinya.

Sebagai informasi, dalam periode Pemerintahan ODSK  Sulut telah menyikapi hal itu, dengan hanya menetapkan target pertumbuhan ekonomi rata-rata 6,5 persen/tahun dan fokus pada pengentasan kemiskinan, penanggulangan penganguran, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan peningkatan pemerataan pendapatan masyarakat,”pungkasnya.
(srikandi/Hm)

 

Manado Fiesta 2017