IKLAN

Oknum Kadis Dugaan Cabul Siswa SMK Diminta Dinonaktifkan, Ini Alasan Kuasa Hukum


Sofyan Jimmy Yosadi, kuasa hukum korban pelecehan seksual siswa SMK di Manado ketika diwawacara media saat mengadu ke DPRD Manado

Sofyan Jimmy Yosadi, kuasa hukum korban pelecehan seksual siswa SMK di Manado ketika diwawacara media saat mengadu ke DPRD Manado

MANADO – Kasus dugaan cabul yang diduga kuat dilakukan salah satu oknum Kadis di Pemkot Manado terhadap siswa salah satu SMK di Kota Manado, sebut saja Jingga (16) –bukan nama sebenarnya— terus bergulir.

Setelah resmi melapor di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Sulut, Selasa (20/9/2021), korban didampingi kuasa hukumnya, Sofyan Jimmy Yosadi langsung di-BAP (Berita Acara Pemeriksaan) oleh penyidik.

“Sudah. Sudah diambil BAP,” kata Yosadi. Bersamaan dengan bergulirnya proses kasus ini di kepolisian, Yosadi meminta kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado agar oknum Kadis berinisial HW untuk dinonaktifkan sementara.

Yosadi mengaku, dalam waktu dekat ini dirinya akan menemui Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut atau Wakil, Mor Bastiaan.

“Kami meminta oknum kadis tersebut dinonaktifkan sementara. Alasannya, tidak etis kasus ini sementara berproses di kepolisian terus oknumnya masih aktif  sebagai kepala dinas,” tegas Wakil Ketua Indonesia Feminist Lawyers Club (IFLC), sebuah organisasi Lintas Advokat dengan visi misi memperjuangkan kesetaraan Gender, perlindungan perempuan & anak, advokasi korban kekerasan seksual dan LGBT.

Kasus dugaan cabul oknum kadis ini terjadi rabu dua pecan lalu. Korban Jingga sendiri diketahui sedang menjalankan program belajar PKL (Praktek Kerja Lapangan) di SKPD yang dipimpin oknum kadis tersebut. (ekaputra)