IKLAN

Obat Ijeksi Kalbe Farma Mematikan, DPRD Manado akan Turlap


Anggota DPRD Kota Manado, Fatma Bin Syech Abubakar.

Anggota DPRD Kota Manado, Fatma Bin Syech Abubakar.

MANADO – Keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menutup pabrik PT Kalbe Farma dan menarik semua produk obat injeksi yang terindikasi menjadi penyebab meninggalnya dua pasien di rumah sakit Siloam Karawaci Tanggerang, mulai dikhawatirkan sejumlah kalangan khususnya yang ada di Kota Manado.
Anggota DPRD Kota Manado Fatma Bin Syech Abubakar, mengaku khawatir dengan kasus yang terjadi di Tanggeran akan berdampak buruk bagi pasien yang sedang dirawat disejumlah rumah sakit di Manado.
“Saya sudah dengar kabar tersebut. Takutnya kasus tersebut akan terjadi bagi pasien yang sedang di rawat di rumah sakit,” ujarnya kepada wartawan www.manadoline.com.
Fatma yang juga anggota komisi D DPRD Kota Manado ini, mengatakan bahwa dirinya akan menyampaikan hal ini kepada pimpinan Komisi, untuk secepatnya dilakukan tindakan terutama mengantisipasi kasus serupa di Tanggeran terjadi di Manado.
“Saya akan menyampaikan hal ini kepada pimpinan Komisi. Paling tidak komisi akan turun lapangan untuk melakukan pengecekan terhadap peredaran produk Kalbe Farma khususnya obat ijeksi,” ungkapnya.
Dirinya juga menjelaskan bahwa kemunkinan untuk DPRD Kota Manado akan berkoordinasi dengan pihak Balai Besar POM Manado untuk sama-sama melakukan langka antisipasi terhadap terhadap kasus ini. (christian).