IKLAN

Ngaku Tegakkan Perda, Kasat Pol PP Ini Tetap Ditahan Jaksa


ilustrasi

ilustrasi

AMURANG – Nasib apes dialami berinisial pria berinisial NR yang keseharian sebagai Kasat Po,l PP Pemkab Minsel. Aling aling ingin menegakan Peraturan Daerah (Perda), eh… justru tetap ditahan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Amurang.

Tak hanya NR. Tiga anak buahnya masing-masing berinisial RI, FN dan AN ikut kena imbas ditahan. Penahanan itu dilakukan korps Adhyaksa ini setelah berkas kasus tersebut resmi dilimpahkan penyidik Polres Minsel ke Kejari Amurang, Rabu 28 Januari.

Oknum Kasat Pol PP dan anak buahnya itu diduga terlibat kasus pemotongan tali kapal aspal curah yang menyalurkan aspal ke PT Maesa Nugraha pertengahan tahun 2014 lalu. Perbuatan pelaku ini membuat pihak perusahaan merasa dirugikan selanjutnya melapor ke Polres Minsel.

“Berkas yang dilimpahkan penyidik Polres Minsel sudah dinyatakan lengkap. Karena itu, penyidik kepolisian melimpahkan ke Kejari bersama tersangkanya untuk segera disidangkan,” jelas Kajari Amurang, Umaryadi MH melalui Kasi Pidana Umum Danur Suprapto SH.

Keempat tersangka akan dikenakan Undang-undang KUHP 170 Junto pasal 55 ayat 1 dan 2 dengan ancaman 5 tahun enam bulan penjara.  “Sesuai undang-undang pidana yang disangkakan, mereka terancam hukuman penjara selama 5 tahun 6 bulan,” tandasnya.

Sementara itu,NR kepada wartawan mengaku perbuatan bersama anakbuahnya itu semata-mata hanya ingin menegakkan peraturan daerah (Perda). “Kami kan penegak Perda. Dan kami lakukan perbuatan itu karena kapal tersebut telah memakai area kawasan pelabuhan milik pemerintah Minsel,” jelas NR. (bkc)