IKLAN

Ngaku Salah Alamat Komplen Pemkot, Zena: Ooo… Torang Baru Tau Raskin Bantuan Pusat


raskinMANADO—Banyak yang salah kaprah soal bantuan beras Raskin. Banyak yang menduga bantuan tersebut merupakan program pemerintah daerah, termasuk di Manado. Tak heran, jika masyarakat penerima bantuan ini mendapatkan beras ini ada tidak dalam kondisi baik, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado yang jadi sasaran dikomplen. Padahal pemerintah daerah sendiri hanya memfasilitasi bantuan pemerintah pusat tersebut melalu Dolog.

“Banyak yang menyangka kalau bantuan Raskin itu program Pemkot Manado. Sekali lagi saya tegaskan, bantuan itu merupakan program pemerintah pusat melalui Dolog,’’ tegas Wali Kota, GS Vicky Lumentut.

Zena Managadil, salah satu penerima bantuan Raskin kepada wartawan www.manadoline.com sendiri mengakui baru tahu kalau Raskin itu bantuan pemerintah pusat. “Selama ini torang kira dari pak wali kota. Salah kote!,’’ ujar ibu rumah tangga asal Malalayang ini.

Dirinya baru tahu ketika mendengar penjelasan Wali Kota di kawasan Jarod. “Memang ada pernah torang trima so kabubu itu Raskin. Ada juga so ba logong. Terpaksa buang noh. Tapi setelah mendengar Pak Wali jelaskan di Jarod, torang so mangarti,’’ tandasnya.

Sekadar diketahui, penjelasan GSVL, sapaan akrab Wali Kota soal bantuan Raskin itu sudah berulang-ulang kali ditegaskan di setiap pertemuan dengan masyarakat. Termasuk saat menghadiri perayaan Adat Tulude di Kecamatan Bunaken Kepulauan belum lama ini dan terakhir dalam pertemuan dengan masyarakat Komunitas Jarod bersamaan Hari Pers Nasional (HPB) ke 69, Senin (9/2).

Pemkot Manado sendiri menurut GSVL, hanya menyediakan data berapa jumlah warga Kota Manado yang wajar menerima bantuan Raskin tersebut dengan mengacu data dari BPS. “Berapa banyak warga wajib menerima dikasih BPS, itu yang kita berikan ke Dolog. Jadi bukan Pemkot yang mengutak atik, oh warga ini yang harus menerima, warga ini jangan. Tapi Dolog yang menyalurkan langsung bantuan itu berdasarkan data BPS,’’ tandas GSVL.

Hanya saja, Pemkot Manado sendiri bisa membantu untuk mengingatkan Dolog jika ada warga beras rusak yang diterima warga. “Tugas kita Cuma sampai mengingatkan saja ke Dolog. Jika ada beras yang dibagikan rusak, tolong diganti. Dan itu sudah kami lakukan beberapa kali,’’ pungkas GSVL. (anto reppy)