IKLAN

Natal Keluarga Besar Rutan Malendeng, ROR Beri Motivasi, E2L Bangkitan Semangat WBP


Walikota Manado, Roy Roring menerima bingkisan bunga sabun dari Kepla Rutan Manado, AZ Fikri disela-sela ibadah Natal, Sabtu lalu

Walikota Manado, Roy Roring menerima bingkisan bunga sabun dari Kepla Rutan Manado, AZ Fikri disela-sela ibadah Natal, Sabtu lalu

MANADO – Nuansa berbeda mewarnai Perayaan Pra Natal Keluarga Besar Rumah Tahanan Klas II A Manado di Malendeng, Sabtu pekan lalu. Kali ini momentum sakral dalam menyambut kelahiran Sang Juru Selamat itu benar-benar dikemas begitu apik, menarik, lain dari momen-momen Natal sebelumnya.

Belum lagi, kehadiran Walikota Manado, Ir Roy Oktavian Roring dan tokoh masyarakat Sulut, dr Elly Engelbert Lasut semakin menambah spesial perayaan Natal kali ini. Gereja Abagail yang di dalam kompleks Rutan Klas IIA itu dipilih sebagai tempat ibadah disulap lain dari biasa.

ROR yang dipercayakan menjadi Pejabat Walikota Manado sejak 8 Desember lalu dalam pesan Natalnya berharap agar makna Natal benar-benar dihayati dengan baik oleh semua warga, terlebih yang berada di dalam Rutan Manado ini. ‘’Kita harus memaknai Natal dengan suka cita,’’ ungkap ROR yang juga Kepala Bapeda Sulut itu.

Sementara Elly Engelbert Lasut yang pernah 1,6 bulan menjadi penghuni Rutan Malendeng karena terseret kasut SPPD saat menjabat Bupati Talaud menjadi magnet dalam Natal kali ini.

‘’Saya tidak pernah malu menyebutnya sebagai mantan Narapidana,’’ ungkapnya saat didaulat membawakan sambutan. Suami tercinta mantan Bupati Mitra, Tjelly Tjanggulung itu memintakan kepada WBP yang mendiami Rutan Malendeng untuk tak perlu kecewa bila harus merayakan Natal dan Tahun Baru di balik jeruji besi.

‘’Tuhan menempatkan saudara-saudara disini, untuk membentuk saudara untuk menjadi lebih baik. Jangan kuatir ada maksud yang Dia siapkan untuk kalian bila keluar nanti, ‘’ ujar ayah dari Hillary Lasut itu.

E2L mengakui, Tuhan tidak hanya berada di luar penjara namun tetap berada di dalam penjara. ‘’Kalian semua sementara dibentuk untuk menjadi lebih baik,’’ ungkapnya sambil mengaku bangga sebagai mantan Napi.

E2L lantas menyanyikan dua buah lagu rohani yang diciptakannya saat berada di penjara yaitu E2L yang artinya, Eli Eli Lama Sabaktani dan Natal di Penjara. Pengalaman selama lima tahun di penjara, diakuinya, semakin dekat dengan Tuhan.

Ketua Panitia dari Rutan, Rocky Wajong dan V Theresia P dari WBP mengakui kerja sama yang baik membuat perayaan Pra Natal kali ini memang menjadi berbeda. ‘’Dukungan dari Ka Rutan Bapak Zaenal Fikri membuat kami termotivasi untuk memberikan yang terbaik,’’ ujar keduanya. (eka/*)

 

Manado Fiesta 2017