IKLAN

Narkoba dan HIV/AIDS Bikin Ketagihan, Sulut Hati-hati!


MANADO-Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara (Sulut) Ir Siswa R Mokodongan menyatakan penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan bahan berbahaya lainnya serta masalah HIV/AIDS menembus tatanan kehidupan masyarakat lokal di daerah termasuk Sulut.

Sekretaris KPA saat berikan sosialisasi kepada peserta dari beberapa SKPD, LSM terkait di ruang Mapaluse Kantor Gubernur, Selasa (26/7) (foto:Kandi/ML)

Sekretaris KPA dr MSJ Tangel Kairupan saat berikan sosialisasi kepada peserta dari beberapa SKPD, LSM terkait di ruang Mapaluse Kantor Gubernur, Selasa (26/7) (foto:Kandi/ML)

Dengan berbagai implikasi dan dampak negatifnya juga telah menjadi masalah internasional, nasional,”jelas Mokodongan yang dikatakan Karo Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dr Bahagia Mokoagouw pada kegiatan koordinasi dan konsultasi masalah penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS di ruang Mapaluse, selasa (26/7).

Lanjutnya, kecenderungan penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS memiliki daya adiksi (ketagihan) yang sangat berat, juga daya toleran (penyesuaian) dan habitual (kebiasaan) yang sangat tinggi. Ketiga sifat itulah yang menyebabkan pemakai narkona tidak bisa lepas dari cengkeramannya.

Disisi lain, menimbulkan dampak negatif yang sangat besar, baik di bidang ekonomi, sosial budaya maupun kesehatan.

Mokoagouw menegaskan salah satu solusi alternatif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba serta masalah HIV/AIDS, dengan mengedepankan aspek kemanusiaan, supremasi hukum, nilai-nilai moral, etika dan agama.

Sementara itu Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sulut dr MSJ Tangel Kairupan mengungkapkan semua deteksi dini akan lebih bermanfaat pencegahan HIV.

“Memang pemeriksaan HIV bisa kapan saja, tapi kalau ppada pemeriksaan virus HIV harus melewati aturan yang telah ditetapkanalah satunya konseling pribadi oleh seorang konselor,”jelas Kairupan. (srikandipangemanan)