IKLAN

Moon Cake, Perayaan Besar Tionghoa Setelah Imlek, GSVL-MOR: Jadi Agenda Tahunan Pariwisata Manado


Wali Kota GS Vicky Lumentut menikmati Kue Bulan, tradisi Warga Tionghoa saat bulan Purnama

Wali Kota GS Vicky Lumentut menikmati Kue Bulan, tradisi Warga Tionghoa saat bulan Purnama

MANADO – Tak banyak yang tahu, ada satu agenda besar yang religius bagi warga Tionghoa. Bahkan perayaan ini sudah menyebar di Indonesia dan dijadikan destinasi pariwisata.

Adalah Moon Cake atau Festival Kue Bulan. Perayaan ini menurut warga Tionghoa adalah perayaan terbesar setelah Imlek. Di Sulut sendiri, warga keturunan Tionghoa banyak menyebar di Kota Manado.

Bagi masyarakat biasa di Manado, banyak belum mengetahui salah satu tradisi Tionghoa ini padahal festival bisa mengaet turis mancanegara berkunjung ke ibukota provinsi Sulut ini.

GSVL-MOR memberi salam kepada para pemudaTionghoa di kampung Pecinaan saat perayaan Festival Moon Cake

GSVL-MOR memberi salam kepada para pemudaTionghoa di kampung Pecinaan saat perayaan Festival Moon Cake

Mor Bastiaan, calon Wakil Wali Kota Manado berpasangan dengan calon Wali Kota Incumbant, GS Vicky Lumentut (GSVL) yang diusung Partai Demokrat-PKPI pun terinspirasi menjadikan Festival Moon Cake ini rutin dilaksanakan setiap tahun menginggat visi misi Manado, menjadikan daerah ini sebagai kota ecotourism.

“Ini akan tambah memperkaya destinasi pariwisat di Kota Manado dari sebelumnya yang sudah ada.” Jelas Mor yang pada Minggu (27/9) malam bersama GSVL, ikut meramaikan festival tersebut di Kampung China, Kelurahan Calaca Manado

Dijelaskan Mor, dalam tradisi umat Tionghoa, saat perayaan kue bulan seluruh anggota keluarga akan berkumpul, menyantap kue bulan yang dilakukan saat bulan purnama. “Maknanya adalah untuk menjalin kebersamaan di antara keluarga, kerabat dan keluarga

GSVL-MOR akrab bersama tokoh-tokoh Tionghoa Manado

GSVL-MOR akrab bersama tokoh-tokoh Tionghoa Manado

yang beberapa saat terpisah dari keluarga besarnya. Biasanya akan berkumpul kembali untuk bersama-sama makan kue bulan,” ujar mantan anggota DPRD Manado dua periode ini.

Di China, lanjut Mor, Festival Kue Bulan menjadi perayaan besar kedua setelah Hari Raya Imlek. Makna dari perayaan musim gugur di Negeri Tirai Bambu itu kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia dan selalu dirayakan terutama oleh warga keturunan Tionghoa, termasuk di Indonesia.

“Dengan akan dijadikannya Festival Moon Cake ini sebagai agenda pariwisata tahunan di Manado, maka akan semakin bertambah destinasi pariwisata kita, makin banyaknya turis yang datang, dan dampaknya menambah pendapatan asil daerah (PAD) kita di Manado,” terang Mor

Rencana akan menjadikan iven tahun pariwisata Manado ini sudah dibicarakan dengan GSVL. “Saya dan Pak Walikota telah merencanakan kedepan untuk membuat Festival Moon Cake sebagai agenda pariwsata tahunan di Manado,” ujar Mor. (tox)

 

Manado Fiesta 2017