IKLAN

Kasus Dugaan Korupsi TPAPD Bolmong Tahun 2010

MMS Kembali Rasakan Kursi Panas Pengadilan


Kasus Dugaan Korupsi TPAPD Bolmong Tahun 2010

MMS

MMS saat sedang duduk di kursi panas pengadilan beberapa waktu lalu. (Foto ist)

0MANADO – MMS alias Marlina Moha Siahaan kembali merasakan kursi panas setelah sebelumnya lepas dari jeratan hukum dalam perkara dugaan korupsi TPADP Bolmong pada tahun anggaran 2010. Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Manado pada Selasa (23/08), Jaksa penuntut umum mendakwa bersalah MMS dengan perkara yang sama.

Dalam dakwaannya, JPU menuding mantan Bupati Bolmong tersebut telah melakukan korupsi dana TPAPD Triwulan II dan Triwulan III, dengan modus pinjaman. Berdasarkan dakwaan JPU, perbuatan teraebut, baik secara sendiri maupun bersama-sama dengan M Potabuga (Dipidana tanggal 7 November 2012) selaku Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat Desa Sekretaris Daerah Kabupaten Bolmong sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), F L Sugeha (Dipidana 1 Desember 2014) selaku Sekretaris Daeerah Kabupaten Bolmong juga selaku Pengguna Anggaran, S Makalalag (Dipidana 1 april 2013) selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penanaman Modal dan Statistik (BP3MS), C C P Wua (Dipidana 30 November 2012) selaku Kepala Bagian Pemerintahan Desa Sekretaris Daerah Bolmong juga sebagai PPTK. I S Lasinggaru (Dipidana 11 Februari 2013) selaku Kuasa Bendahara Umum Daerah, dan F Asimin (Dipidana 3 September 2015) selaku Asisten III juga selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Akibatnya, negara/daerah harus mengalami kerugian hingga mencapai angka Rp4,800 miliar lebih berdasarkan hasil audit BPKP atau setidaknya Rp1,250 miliar.

JPU juga menggunakan pasal 2 ayat (1), jo pasal 18, jo pasal 55 ayat 1 ke-1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 tahun 1999, jo pasal 64 ayat 1 KHUPidana. (ekaputra)