IKLAN

Miris… Kisah Ibu di Amurang Lahirkan Bayinya Sendiri di Kandang Babi


2016-08-03 20.01.10

Bayi laki-laki yang ditemukan warga di kandang babi. (Foto ist)

AMURANG – Sungguh tragis yang dialami oleh bayi mungil berjenis kelamin Laki-laki yang dibuang oleh ibunya berinisial WR alias Windy kerena dikira telah meninggal dunia di sebuah kandang babi di Kelurahan Uwuran Dua Lingkungan VII Kecamatan Amurang pada Selasa (02/08).

Dari informasi yang didapatkan, bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh Margaretha Lahea (52), dan Jendry Matahang (45), keduanya warga setempat. Saat ditemukan, bayi tersebut dalam kondisi hidup meskipun terbungkus di dalam karung dan tali pusarnya belum dipotong. Saksi kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Amurang.

Berselang dua jam kemudian, polisi berhasil mengungkap siapa ibu dari bayi tersebut.  “Kami telah berhasil mengamankan tersangka yaitu, WR alias Windy (29), warga setempat. Tersangka merupakan ibu kandung dari bayi yang ditemukan warga. Tersangka saat ini sudah diamankan di Polsek Amurang guna menjalani proses penyidikan,” jelas Kapolsek Amurang, AKP Arie Prakoso.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Amurang, Ipda Alloysius Karesandi mengungkapkan, alasan utama tersangka meninggalkan bayi tersebut karena merasa takut. “Tersangka melahirkan bayi tersebut seorang diri, di sebuah kandang babi tadi subuh (Selasa, 2 Agustus) sekira pukul 02.00 WITA,” ujar Kanit Reskrim.

Usai melahirkan, lanjutnya, tersangka merasa ketakutan karena melihat bayi ini dalam keadaan tidak bergerak dan mengira sudah meninggal. “Selanjutnya tersangka memasukan bayi ini ke dalam karung dengan kondisi tali pusar belum dipotong dan meninggalkannya di kandang babi tempat dimana bayi ini dilahirkan,” terang Kanit Reskrim.

Informasi dirangkum, bayi yang ditinggalkan ini merupakan hasil hubungan tersangka dengan suami pertamanya, JT alias Jufry. Tersangka dan JT sudah berpisah sejak bulan Desember 2015 lalu. Diketahui, tersangka saat ini tengah menjalin hubungan asmaranya dengan DL alias David, warga Kelurahan Uwuran II dan sudah tinggal serumah sejak lima bulan terakhir ini.

Ketika dimintai keterangan, tersangka dengan linangan air mata menyatakan sangat menyesal atas perbuatannya. “Saya sangat menyesal atas perbuatan ini, saya seharusnya tidak melakukannya, sekali lagi saya katakan, saya sangat menyesal,” kata tersangka.

Namun apa dikata, tersangka kini harus menanggung konsekwensi hukum akibat perbuatannya. Tersangka dijerat dengan pasal 341 sub. 308 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (eka/humaspoldasulut)

 

Manado Fiesta 2017