IKLAN

Features

Minsel Krisis Air, Listrik Padam, Warga: Ya Terpaksa ke TPU


Features

MINSEL- Lagi, masih belum sirna ingatan warga Desa Mokupa Kecamatan Tombariri Minahasa gunakan selokan akibat kemarau berkepanjangan, listrik sering padam berjam-jam setiap harinya wargapun kebingunan hingga sepandai-pandainya cari jalan alternatif.

 

Aktivitas warga, banyak dilakukan sore hari untuk MCK, (foto: Kandi/manadoline)

Aktivitas warga, banyak dilakukan sore hari untuk MCK beberapa waktu lalu, di Desa Mokupa Kecamatan Tombariri Minahasa  (foto:Kandi/manadoline)

Terlihat, mandi cuci kaki (MCK) nampak sudah biasa bagi warga Mokupa Kecamatan Tombariri Minahasa dan warga sekitar.

Kali ini, di Minahasa Selatan (Minsel) tak juga ketinggalan. Demi keluarga tercinta ibu-ibu rumah tangga harus berjalan sekitar 1 KM dari perkampungan Lansot Raya Kecamatan Tareran Minsel ke tempat permandian umum (TPU) atau sering disebut warga Air Terang.

MCK: Harus terbiasa dipaksakan warga, mereka butuh

MCK: Harus terbiasa dilakukan warga Lansot Raya Minsel, mereka gunakan sumber air jauh dari perkampungan (foto:Kandi/manadoline)

Warga bukan hanya lakukan aktivitas mandi cuci kaki (MCK) namun menyuci pakaian hingga menyuci kendaraan roda dua sampai menampung air untuk dibawah ke perkampungan semuanya lengkap.

Memang terasa unik, aktifitas di Air Terang tersebut yang letaknya jauh dari perkampungan berada ditengah-tengah kebun sudah jadi hal biasa warga, jalan kaki hingga wajah kemerahan baru sampai ditempat tersebut.

“Setiap hari, memang banyak yang harus dibawah hingga berkarung-karung untuk mengisi pakaian yang akan dicuci, sungguh melelahkan,”curhat Lan Londa, warga setempat saat www.manadoline.com saat di lokasi air tersebut.

Semakin sore, Air Terang memiliki dua pancuran itu semakin dipadati warga. Jernih, tak pernah kehabisan air, walau fasilitas tak memadai tetapi ekspresi warga senang namun tak dalat ditutupi timbul kelelahan mencuat.

“Di kampung kami, memang dari beberapa bulan terakhir susah air, banyak sumur kekeringan dan air dari Perusahaan Air Minum (PAM) tak merata disalurkan ke rumah-rumah warga,”kata Nontje Kondoj, ibu dua anak tersebut.

Penyaluran air PAM merata, sangat diharapkan warga ditempat itu. Lihat, paginya harus bertani, pulangnya harus lagi menempuh 1 KM sampai di Air Terang. Tambah lagi, listrik hampir setiap harinya dua sampai tiga kali padam.

Tetapi warga bersyukur, masih ada TPU harapan perkampungan Lansot Raya walaupun berada di pusat Kecamatan Tareran tetapi masih ada sisi kesulitan warga soal air. (srikandipangemanan)